Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Segala kebaikan dan keburukan datangnya dari hati kalau hatinya tidak baik, maka akan berdampak pada anggota tubuh yang lain.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Apabila kita meninggal dalam keadaan dengki/tidak baik, maka akan datanglah siksa kubur.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Sebelum berbicara hendaknya berfikir terlebih dahulu, karena ucapan akan merugikan banyak orang.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika melakukan pekerjaan dengan rasa emosi, kita ridak akan bias menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Orang yang bohong memiliki mulut yang kotor.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Orang yang celaka adalah orang yang tidak tahu kesalahannya sendiri.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Jangan sampai sifat bakhil tertanam dalam diri kita, sebab bakhil merupakan penyakit hati yang parah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Orang yang sudah dewasa, jangan pernah berbuat kasar, seharusnya menjadi suriteladan.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Orang yang suka berkata kotor, mulutnya tidak akan berhenti komat-kamit.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.
Kita tidak tahu kesalahan siri kita , jika tidak
Hidup ini penuh dengan perubahan Perubahan butuh waktu Waktu slalu digunakan untuk melakukan sesuatu Makadari itu lakukanlah yang terbaik Agar menjadi orang yang disenangi
Selasa, 23 November 2010
Sistem Pemerintahan
Sistem Pemerintahan
|Tulisan yang berhubungan
Kewarganegaraan
• Pancasila Sebagai Sumber Nilai
• Pengertian Nilai
• Pancasila
• Silabus PKn SMA
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik.
Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan.
I. Pengertian Sistem Pemerintahan
Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata-kata itu berarti:
a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau
b. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara.
c. Pemerintahan adalaha perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah
Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan; Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang; Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Jadi, system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antarlembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan.
Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia.
Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik, presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Kabinet dapat berbentuk presidensial, dan kabinet ministrial.
a. Kabinet Presidensial
Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia
b. Kabinet Ministrial
Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan, baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat.
Apabila dilihat dari cara pembentukannya, cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua, yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer.
Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya), cabinet parlementer dibagi menjadi tiga, yaitu kabinet koalisi, kabinet nasional, dan kabinet partai.
Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR.
II. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial
Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu:
1. sistem pemerintahan presidensial;
2. sistem pemerintahan parlementer.
Pada umumnya, negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Bhakan, Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen), sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.
Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Dari dua negara tersebut, kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia.
Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer.
Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:
• Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
• Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.
• Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :
• Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
• Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
• Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
• Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.
Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial.
Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut.
1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.
4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :
• Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.
• Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.
• Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
• Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :
• Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
• Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.
• Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.
III. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain
Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Dari dua model tersebut, kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya.
Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Mesir, dan Argentina. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris, India, Malaysia, Jepang, dan Australia.
Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Misalnya, Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Bahkan, negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contohnya, negara Prancis sekarang ini. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar, tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari.
Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan.
Para pejabat negara, politisi, dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Mereka melakukan pengamatan, pengkajian, perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya.
Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Sebagai negara dengan sistem presidensial, Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Misalnya, pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Namun, tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. Contohnya, Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu.
Dengan demikian, sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan.
IV. Sistem Pemerintahan Indonesia
a. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen.
Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut.
1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat).
2. Sistem Konstitusional.
3. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
6. Menteri negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan, sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR, maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Mekipun adanya kelemahan, kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Sistem pemerintahan lebih stabil, tidak mudah jatuh atau berganti. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Namun, dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya.
Memasuki masa Reformasi ini, bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Untuk itu, perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi
1. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif,
2. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara.
Berdasarkan hal itu, Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional, diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini.
b. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen
Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002, sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004.
Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi.
2. Bentuk pemerintahan adalah republik, sedangkan sistem pemerintahan presidensial.
3. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. Untuk masa jabatan 2004-2009, presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket.
4. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.
5. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Para anggota dewan merupakan anggota MPR. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan.
6. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya.
Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi, DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung.
2. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
3. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
4. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran)
Dengan demikian, ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut, antara lain adanya pemilihan secara langsung, sistem bikameral, mekanisme cheks and balance, dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.
Kesimpulan
Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok, yaitu eksekutif, birokratif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen, pemilu, dan dewan menteri.
Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua, yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dalam sistem parlementer, badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. Sebaliknya, apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial.
Dalam sistem pemerintahan negara republik, lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis, sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki, lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda.
Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. Namun, terdapat juga beberapa persamaan antarsistem pemerintahan negara itu. Misalnya, dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama.
Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting, yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi.
Sistem pemerintahan amerika serikat
Sistem pemerintahan amerika serikat didasarkan atas konstitusi 1787, yang telah mengalami beberapa kali amandemen. Amerika dengan tradisi demokrasinya seringkali dianggap sebagai benteng demokrasi dan kebebasan.
Pokok-pokok sistem pemerintahan amerika serikat adalah :
1. Seperti namanya, bentuk negara amerika serikat adalah federasi/serikat, dengan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan yang dianut adalah presidensial.
2. Adaya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dioantara ketiga badan tersebut terjadi check and balance sehingga tidak ada yang terlalu dominan.
3. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden. Presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Presiden dan wapres dipilih melalui pemilu, sehingga tidak bertanggung jawab pada kongres.
4. Kekuasaan legislatif berada pada parlemen yang disebut kongres. Kongres terdiri dari 2 kamar, yakni senat dan hose of representatif. Anggota senat terdiri perwakilan tiap tiap negara bagian (masing-masing 2). Jadi ada 100 senator. Sedangkan house of representatif ditentukan berdasarkan jumlah penduduk.
5. Kekuasaan yudikatif berada pada mahkamah agung (supreme of court) yang bebas dab merdeka.
6. Sistem kepartaian menganut sistem dwipartai. Ada dua partai yang dominan di amerika serikat, yakni partai demokrat dan republik.
7. Sistem pemilu menggunakan sistem distrik.
8. Sistem pemerintahan negara bagian menganut prinsip yang hampir sama dengan pemerintah federal. Negara bagian dipimpin oleh gubernur dengan mempunyai parlemen yang sebagian besar berupa bikameral.
|Tulisan yang berhubungan
Kewarganegaraan
• Pancasila Sebagai Sumber Nilai
• Pengertian Nilai
• Pancasila
• Silabus PKn SMA
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik.
Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan.
I. Pengertian Sistem Pemerintahan
Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata-kata itu berarti:
a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau
b. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara.
c. Pemerintahan adalaha perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah
Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan; Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang; Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Jadi, system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antarlembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan.
Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia.
Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik, presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Kabinet dapat berbentuk presidensial, dan kabinet ministrial.
a. Kabinet Presidensial
Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia
b. Kabinet Ministrial
Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan, baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat.
Apabila dilihat dari cara pembentukannya, cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua, yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer.
Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya), cabinet parlementer dibagi menjadi tiga, yaitu kabinet koalisi, kabinet nasional, dan kabinet partai.
Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR.
II. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial
Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu:
1. sistem pemerintahan presidensial;
2. sistem pemerintahan parlementer.
Pada umumnya, negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Bhakan, Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen), sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.
Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Dari dua negara tersebut, kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia.
Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer.
Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:
• Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
• Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.
• Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :
• Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
• Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
• Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
• Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.
Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial.
Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut.
1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.
4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :
• Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.
• Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.
• Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
• Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :
• Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
• Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.
• Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.
III. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain
Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Dari dua model tersebut, kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya.
Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Mesir, dan Argentina. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris, India, Malaysia, Jepang, dan Australia.
Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Misalnya, Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Bahkan, negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contohnya, negara Prancis sekarang ini. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar, tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari.
Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan.
Para pejabat negara, politisi, dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Mereka melakukan pengamatan, pengkajian, perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya.
Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Sebagai negara dengan sistem presidensial, Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Misalnya, pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Namun, tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. Contohnya, Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu.
Dengan demikian, sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan.
IV. Sistem Pemerintahan Indonesia
a. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen.
Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut.
1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat).
2. Sistem Konstitusional.
3. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
6. Menteri negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan, sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR, maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Mekipun adanya kelemahan, kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Sistem pemerintahan lebih stabil, tidak mudah jatuh atau berganti. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Namun, dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya.
Memasuki masa Reformasi ini, bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Untuk itu, perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi
1. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif,
2. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara.
Berdasarkan hal itu, Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional, diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini.
b. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen
Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002, sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004.
Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi.
2. Bentuk pemerintahan adalah republik, sedangkan sistem pemerintahan presidensial.
3. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. Untuk masa jabatan 2004-2009, presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket.
4. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.
5. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Para anggota dewan merupakan anggota MPR. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan.
6. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya.
Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi, DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung.
2. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
3. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.
4. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran)
Dengan demikian, ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut, antara lain adanya pemilihan secara langsung, sistem bikameral, mekanisme cheks and balance, dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.
Kesimpulan
Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok, yaitu eksekutif, birokratif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen, pemilu, dan dewan menteri.
Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua, yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dalam sistem parlementer, badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. Sebaliknya, apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial.
Dalam sistem pemerintahan negara republik, lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis, sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki, lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda.
Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. Namun, terdapat juga beberapa persamaan antarsistem pemerintahan negara itu. Misalnya, dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama.
Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting, yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi.
Sistem pemerintahan amerika serikat
Sistem pemerintahan amerika serikat didasarkan atas konstitusi 1787, yang telah mengalami beberapa kali amandemen. Amerika dengan tradisi demokrasinya seringkali dianggap sebagai benteng demokrasi dan kebebasan.
Pokok-pokok sistem pemerintahan amerika serikat adalah :
1. Seperti namanya, bentuk negara amerika serikat adalah federasi/serikat, dengan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan yang dianut adalah presidensial.
2. Adaya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dioantara ketiga badan tersebut terjadi check and balance sehingga tidak ada yang terlalu dominan.
3. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden. Presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Presiden dan wapres dipilih melalui pemilu, sehingga tidak bertanggung jawab pada kongres.
4. Kekuasaan legislatif berada pada parlemen yang disebut kongres. Kongres terdiri dari 2 kamar, yakni senat dan hose of representatif. Anggota senat terdiri perwakilan tiap tiap negara bagian (masing-masing 2). Jadi ada 100 senator. Sedangkan house of representatif ditentukan berdasarkan jumlah penduduk.
5. Kekuasaan yudikatif berada pada mahkamah agung (supreme of court) yang bebas dab merdeka.
6. Sistem kepartaian menganut sistem dwipartai. Ada dua partai yang dominan di amerika serikat, yakni partai demokrat dan republik.
7. Sistem pemilu menggunakan sistem distrik.
8. Sistem pemerintahan negara bagian menganut prinsip yang hampir sama dengan pemerintah federal. Negara bagian dipimpin oleh gubernur dengan mempunyai parlemen yang sebagian besar berupa bikameral.
Jumat, 29 Oktober 2010
Berbagi Suami
Berbagi Suami
for everyone
Category: Movies
Genre: Drama
Satu lagi filmnya Nia Dinata hadir. Keperfeksionisannya dan kepeduliannya untuk mengangkat tema sosial khususnya tentang perempuan selalu bikin filmnya enak buat ditonton.
Berbagi Suami. Sebuah film 'satire' bertema poligami yang dari jaman kuda gigit besi sampe udah lewat abad milenium tetep aja menjadi hal yang penuh kontra. Apakah poligami cuma ada pada masyarakat Islam tradisional? Belum tentu...nonton dulu film ini...
Berbagi suami bercerita tentang perempuan2x (diperankan oleh Jajang C Noer, Nungki Koesoemastuti, Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, Shanty, Dominique,dll) yang dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus berbagi kelamin sang suami dengan perempuan2x lain. Kegiatan bercinta di tempat tidur bagi para istri menjadi layaknya antrian di bank,ambil tiketnya dan tunggu giliranmu.(Sengaja, menghindari kalimat berbagi cinta, karena konon katanya-ngambil dari salah satu dialog di film ini- poligami ga ada hubungannya sama cinta alias cuma untuk menyalurkan hasrat kelaki-lakiannya lelaki).
Lewat film ini Nia and the gank ingin memaparkan bahwa "menginginkan perempuan lebih dari satu" ada pada keinginan mendasar lelaki. Regardless rich-poor,well educated-uneducated, moslem-non moslem. Keinginan itu diwujudkan entah dalam bentuk berpoligami, atau dalam bentuk melihara perempuan simpanan tanpa dikawin, atau bahkan dalam bentuk selingkuh.Semua itu sama -judulnya "one is not enough".
Yang bikin film ini menjadi hidup selain skenarionya yang emang bagus banget dimana dialog2x yang muantaphh kali -juga kualitas para pemain, baik yang udah kampiun maupun pendatang baru bisa klop-nyatu.
-4 jempol deh buat Ria Irawan yang sekali lagi nunjukin kualitas aktingnya yang alami-sumpe dey-alami abissss. Ngga takut jelek, ngga jaim, aktingnya itu 'bernyawa'.
-3 jempol buat Jajang C Noer, El Manik, Tio Pakusadewo, Nungki Koesoemastuti, Ira Maya Sopha.
-1 jempol buat Rieke Diah Pitaloka n Shanty yang mampu cukup baik adu akting dengan Ria.
-Untuk Dominique, very sorry honey...masalah jam terbang kali ya...dialog2x yang asik jadi ngga hidup, emosinya flat, apalagi untuk hadap2xan dengan Tio Pakusadewo, masih keliatan jomplang.
Meski tema filmnya agak serius tapi jangan salah... film ini ngga bakal bikin bosen. "Berbagi Suami" dijamin bakal bikin nyengir dan ketawa lebar dey. Dialog2x yang segar, penuh sindiran dan kocak berhasil mengocok perut penonton. Very entertaining sekaligus memberi pelajaran tapi ngga menggurui. Salut.
for everyone
Category: Movies
Genre: Drama
Satu lagi filmnya Nia Dinata hadir. Keperfeksionisannya dan kepeduliannya untuk mengangkat tema sosial khususnya tentang perempuan selalu bikin filmnya enak buat ditonton.
Berbagi Suami. Sebuah film 'satire' bertema poligami yang dari jaman kuda gigit besi sampe udah lewat abad milenium tetep aja menjadi hal yang penuh kontra. Apakah poligami cuma ada pada masyarakat Islam tradisional? Belum tentu...nonton dulu film ini...
Berbagi suami bercerita tentang perempuan2x (diperankan oleh Jajang C Noer, Nungki Koesoemastuti, Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, Shanty, Dominique,dll) yang dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus berbagi kelamin sang suami dengan perempuan2x lain. Kegiatan bercinta di tempat tidur bagi para istri menjadi layaknya antrian di bank,ambil tiketnya dan tunggu giliranmu.(Sengaja, menghindari kalimat berbagi cinta, karena konon katanya-ngambil dari salah satu dialog di film ini- poligami ga ada hubungannya sama cinta alias cuma untuk menyalurkan hasrat kelaki-lakiannya lelaki).
Lewat film ini Nia and the gank ingin memaparkan bahwa "menginginkan perempuan lebih dari satu" ada pada keinginan mendasar lelaki. Regardless rich-poor,well educated-uneducated, moslem-non moslem. Keinginan itu diwujudkan entah dalam bentuk berpoligami, atau dalam bentuk melihara perempuan simpanan tanpa dikawin, atau bahkan dalam bentuk selingkuh.Semua itu sama -judulnya "one is not enough".
Yang bikin film ini menjadi hidup selain skenarionya yang emang bagus banget dimana dialog2x yang muantaphh kali -juga kualitas para pemain, baik yang udah kampiun maupun pendatang baru bisa klop-nyatu.
-4 jempol deh buat Ria Irawan yang sekali lagi nunjukin kualitas aktingnya yang alami-sumpe dey-alami abissss. Ngga takut jelek, ngga jaim, aktingnya itu 'bernyawa'.
-3 jempol buat Jajang C Noer, El Manik, Tio Pakusadewo, Nungki Koesoemastuti, Ira Maya Sopha.
-1 jempol buat Rieke Diah Pitaloka n Shanty yang mampu cukup baik adu akting dengan Ria.
-Untuk Dominique, very sorry honey...masalah jam terbang kali ya...dialog2x yang asik jadi ngga hidup, emosinya flat, apalagi untuk hadap2xan dengan Tio Pakusadewo, masih keliatan jomplang.
Meski tema filmnya agak serius tapi jangan salah... film ini ngga bakal bikin bosen. "Berbagi Suami" dijamin bakal bikin nyengir dan ketawa lebar dey. Dialog2x yang segar, penuh sindiran dan kocak berhasil mengocok perut penonton. Very entertaining sekaligus memberi pelajaran tapi ngga menggurui. Salut.
HEART
HEART
for everyone
Category: Books
Genre: Romance
Author: Ninit Yunita
Akhirnya... saking penasaran sama reviewnya di MP Mba Fira Basuki, gue langsung beli HEART, lewat toko buku online, lumayan disc.15% ,halah!!
Bukunya mungil n langsung deh gue lalap dalam 30 menit sambil nyalon *wink*. Setelah baca novel adaptasinya, skarang gue jadi penasaran sama filmnya. Meski dari awal udah amat bisa ketebak akhir ceritanya, bahwa sang tokoh utama akan mengorbankan segalanya buat sang pujaan hati. Tetep aja gue mengharu biru ketika pengorbanan itu bener2x dilakukan sama sang tokoh utama cerita. Menurut gue sebagai pembaca, kekuatan Ninit pada novel adaptasi ini ada pada pilihan kata-kata dan kalimatnya nya yang indah mengalun tapi sekaligus ringan dan ga bikin kerut dahi. Salut Mba Ninit..he..he..btw ini novel Ninit pertama yang gw baca.
Meski, jujur aja ceritanya kalo buat gw terlalu ringan tapi overall gw cukup bisa menikmati novel ini. Mau beli buku Ninit yang laen ah....
for everyone
Category: Books
Genre: Romance
Author: Ninit Yunita
Akhirnya... saking penasaran sama reviewnya di MP Mba Fira Basuki, gue langsung beli HEART, lewat toko buku online, lumayan disc.15% ,halah!!
Bukunya mungil n langsung deh gue lalap dalam 30 menit sambil nyalon *wink*. Setelah baca novel adaptasinya, skarang gue jadi penasaran sama filmnya. Meski dari awal udah amat bisa ketebak akhir ceritanya, bahwa sang tokoh utama akan mengorbankan segalanya buat sang pujaan hati. Tetep aja gue mengharu biru ketika pengorbanan itu bener2x dilakukan sama sang tokoh utama cerita. Menurut gue sebagai pembaca, kekuatan Ninit pada novel adaptasi ini ada pada pilihan kata-kata dan kalimatnya nya yang indah mengalun tapi sekaligus ringan dan ga bikin kerut dahi. Salut Mba Ninit..he..he..btw ini novel Ninit pertama yang gw baca.
Meski, jujur aja ceritanya kalo buat gw terlalu ringan tapi overall gw cukup bisa menikmati novel ini. Mau beli buku Ninit yang laen ah....
Ayat Ayat Cinta (the movie)
Ayat Ayat Cinta (the movie)
for everyone
Category: Movies
Genre: Romance
Saya cuma penikmat dan bukan pengamat film. Maka jika mematokkan pikiran Anda pada ulasan saya ini sebelum menonton filmnya, bisa dikatakan kalau Anda telah melakukan sebuah kesalahan kecil dalam menikmati seni. Karena seni -dan film sebagai bagian darinya- adalah bicara soal rasa. Menikmatinya bukan melulu dengan otak tapi baru dikatakan tepat caranya bila Anda kosongkan dulu keotentikan rasa di hati dari rasa dan pikiran milik orang lain.
Novel Ayat Ayat Cinta adalah salah satu novel favorit yang pernah saya baca. Menyelami setiap kalimat yang dirangkai oleh Kang Abik mampu menyentuh semua rasa yang ada dalam hati hingga menghadirkan setitik air mengalir dari indra pelihat saya. Terkagum sangat dibuatnya tapi bukan pada Fachri sang tokoh utama karena buat saya ia yang nyaris tanpa cela cuma ada dalam dongeng. Hampir dipastikan akan lelah sendiri jika mencari Fachri dalam kehidupan nyata. Too good to be true kalau orang bule bilang.
Kekaguman saya ada pada kemampuan penulisnya. Dengan kekuatan kata-katanya mampu menghadirkan Islam yang sesungguhnya, sebuah keindahan yang membawa damai, penghormatan serta cinta kasih pada sesama manusia. Ditengah keributan antar umat yang katanya beragama di negeri ini, AAC hadir seperti oase yang menyejukkan hati saya, memperkuat jiwa bahwa tidak ada yang salah dengan agama yang saya anut dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam keimanan. Seperti puisi indah yang menjadi carut marut karena interpretasi yang tidak tepat, maka seperti itulah Islam yang telah dicampuradukkan oleh kehausan akan kuasa dan kesombongan akan digdaya. Bagi Anda yang telah membaca novelnya pasti sepakat dengan hal itu.
Saya berhasil menjauhkan diri dari review orang lain ketika memutuskan untuk menikmati kisahnya dalam versi layar lebar namun untuk melepaskan diri dari keistimewaan novel AAC itu amat sulit. Padahal untuk melihat sebuar karya adaptasi seharusnya itu yang saya lakukan. Tapi tidaklah mudah karena ia sudah ada dan melekat dalam memori di otak. Seperti mencari sesuatu pada 'search engine' maka ketika kata kunci Ayat Ayat Cinta disebutkan, otak saya akan langsung otomatis mere-call nya dari memori. Keindahan dan keistimewaan novelnya serta merta akan turut juga bersama terpanggil.
Saat mata, otak dan hati saya menyaksikkan versi layar lebar dari novel AAC ini jujur saya tidak terpuaskan. Seperti melihat Ayat Ayat Cinta versi Bollywood yang sebetulnya tidak ada kisah secuilpun tentangnya di dalam novel. Beberapa adegan nampak sangat terasa ke-india-annya. Juga dengan setting tempat yang makin menambah keras suara gaib yang menyadarkan saya "hei bangun, tak usah repot kamu bandingkan dengan novelnya, ikuti saja irama film ini dan ikuti ia hingga selesai". Dan hati saya menjawab "ok, ok, akan saya usahakan menyuruh diam memori otak yang terus berontak dan teriak 'mana keindahan Islam di novel itu? kemana perginya kekuatan aura kisah di novel? tidakkah kamu liat film ini sangat berbau iklan komersil botol2x teh itu? kamu bilang ini adaptasi? huwalaah neeeng tinaaa ini cuma film romansa yang seolah-olah (memori saya menekankan kata seolah-olah) ber-setting timur tengah yang menampilkan seorang lelaki yang ngekos ramai2 dengan teman2x sekampung yang tengah kebingungan harus memilih salah satu dari wanita-wanita yang mengejarnya'......" .
Meski begitu akhirnya ada satu hal yang berhasil menyentuh rasa saya -jikalau air mata adalah patokannya. Adegan ketika Aishah -istri pertama Fachri- yang dengan berat hati meminta sang suami untuk menikahi Maria -gadis Mesir Kristen Koptik- demi terselamatkannya semua pihak. Saat itu saya menitikkan air mata, entah karena acting para actor yang berhasil, entah karena kekuatan dialognya pada saat adegan itu, atau karena saya tengah menempatkan diri pada posisi Aishah maka saya menangis? Aaaah......tiap perempuan pastilah akan meneteskan air mata bila dihadapkan pada situasi harus berbagi cinta dengan perempuan lain. Yaaaa...mungkin karena itu air mata saya menetes. Hampir bersamaan saya melihat para penonton perempuan melakukan gerakan menghapus air mata dengan serentak. ;-))
Saya memang penikmat, bukan pengamat apalagi pelaku film. Maka sebagai penikmat film saya tak mau kompromi pada alasan durasi, tak mau mengerti kenapa kamera sering men-zoom botol2x teh hijau itu, protes pada kedangkalan cerita yang mengaburkan cerita aslinya, mencibir pada ke-india-an film yang terlalu kentara, sok mengkritik acting para pemerannya. Karena saya bukan pengamat maka sah-sah saja saya berkomentar seperti ini. 'Kan sudah saya peringatkan di awal bagi Anda yang ingin menonton adalah sebuah kesalahan jika mematokkan pikiran Anda pada ulasan saya ini. Sekali lagi ini bicara soal rasa, maka apa yang saya rasakan bisa berbeda hasilnya dengan Anda.
Selamat menonton!
for everyone
Category: Movies
Genre: Romance
Saya cuma penikmat dan bukan pengamat film. Maka jika mematokkan pikiran Anda pada ulasan saya ini sebelum menonton filmnya, bisa dikatakan kalau Anda telah melakukan sebuah kesalahan kecil dalam menikmati seni. Karena seni -dan film sebagai bagian darinya- adalah bicara soal rasa. Menikmatinya bukan melulu dengan otak tapi baru dikatakan tepat caranya bila Anda kosongkan dulu keotentikan rasa di hati dari rasa dan pikiran milik orang lain.
Novel Ayat Ayat Cinta adalah salah satu novel favorit yang pernah saya baca. Menyelami setiap kalimat yang dirangkai oleh Kang Abik mampu menyentuh semua rasa yang ada dalam hati hingga menghadirkan setitik air mengalir dari indra pelihat saya. Terkagum sangat dibuatnya tapi bukan pada Fachri sang tokoh utama karena buat saya ia yang nyaris tanpa cela cuma ada dalam dongeng. Hampir dipastikan akan lelah sendiri jika mencari Fachri dalam kehidupan nyata. Too good to be true kalau orang bule bilang.
Kekaguman saya ada pada kemampuan penulisnya. Dengan kekuatan kata-katanya mampu menghadirkan Islam yang sesungguhnya, sebuah keindahan yang membawa damai, penghormatan serta cinta kasih pada sesama manusia. Ditengah keributan antar umat yang katanya beragama di negeri ini, AAC hadir seperti oase yang menyejukkan hati saya, memperkuat jiwa bahwa tidak ada yang salah dengan agama yang saya anut dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam keimanan. Seperti puisi indah yang menjadi carut marut karena interpretasi yang tidak tepat, maka seperti itulah Islam yang telah dicampuradukkan oleh kehausan akan kuasa dan kesombongan akan digdaya. Bagi Anda yang telah membaca novelnya pasti sepakat dengan hal itu.
Saya berhasil menjauhkan diri dari review orang lain ketika memutuskan untuk menikmati kisahnya dalam versi layar lebar namun untuk melepaskan diri dari keistimewaan novel AAC itu amat sulit. Padahal untuk melihat sebuar karya adaptasi seharusnya itu yang saya lakukan. Tapi tidaklah mudah karena ia sudah ada dan melekat dalam memori di otak. Seperti mencari sesuatu pada 'search engine' maka ketika kata kunci Ayat Ayat Cinta disebutkan, otak saya akan langsung otomatis mere-call nya dari memori. Keindahan dan keistimewaan novelnya serta merta akan turut juga bersama terpanggil.
Saat mata, otak dan hati saya menyaksikkan versi layar lebar dari novel AAC ini jujur saya tidak terpuaskan. Seperti melihat Ayat Ayat Cinta versi Bollywood yang sebetulnya tidak ada kisah secuilpun tentangnya di dalam novel. Beberapa adegan nampak sangat terasa ke-india-annya. Juga dengan setting tempat yang makin menambah keras suara gaib yang menyadarkan saya "hei bangun, tak usah repot kamu bandingkan dengan novelnya, ikuti saja irama film ini dan ikuti ia hingga selesai". Dan hati saya menjawab "ok, ok, akan saya usahakan menyuruh diam memori otak yang terus berontak dan teriak 'mana keindahan Islam di novel itu? kemana perginya kekuatan aura kisah di novel? tidakkah kamu liat film ini sangat berbau iklan komersil botol2x teh itu? kamu bilang ini adaptasi? huwalaah neeeng tinaaa ini cuma film romansa yang seolah-olah (memori saya menekankan kata seolah-olah) ber-setting timur tengah yang menampilkan seorang lelaki yang ngekos ramai2 dengan teman2x sekampung yang tengah kebingungan harus memilih salah satu dari wanita-wanita yang mengejarnya'......" .
Meski begitu akhirnya ada satu hal yang berhasil menyentuh rasa saya -jikalau air mata adalah patokannya. Adegan ketika Aishah -istri pertama Fachri- yang dengan berat hati meminta sang suami untuk menikahi Maria -gadis Mesir Kristen Koptik- demi terselamatkannya semua pihak. Saat itu saya menitikkan air mata, entah karena acting para actor yang berhasil, entah karena kekuatan dialognya pada saat adegan itu, atau karena saya tengah menempatkan diri pada posisi Aishah maka saya menangis? Aaaah......tiap perempuan pastilah akan meneteskan air mata bila dihadapkan pada situasi harus berbagi cinta dengan perempuan lain. Yaaaa...mungkin karena itu air mata saya menetes. Hampir bersamaan saya melihat para penonton perempuan melakukan gerakan menghapus air mata dengan serentak. ;-))
Saya memang penikmat, bukan pengamat apalagi pelaku film. Maka sebagai penikmat film saya tak mau kompromi pada alasan durasi, tak mau mengerti kenapa kamera sering men-zoom botol2x teh hijau itu, protes pada kedangkalan cerita yang mengaburkan cerita aslinya, mencibir pada ke-india-an film yang terlalu kentara, sok mengkritik acting para pemerannya. Karena saya bukan pengamat maka sah-sah saja saya berkomentar seperti ini. 'Kan sudah saya peringatkan di awal bagi Anda yang ingin menonton adalah sebuah kesalahan jika mematokkan pikiran Anda pada ulasan saya ini. Sekali lagi ini bicara soal rasa, maka apa yang saya rasakan bisa berbeda hasilnya dengan Anda.
Selamat menonton!
Rabu, 06 Oktober 2010
LATIHAN SOAL UAN AMA PELAJARAN MATE-MATIKA
LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 1
STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
JUMLAH SOAL : 40 SOAL
1. Penarikan kesimpulan yang sah dari argument berikut
~p q
q r adalah ….
a. p r d. ~p r
b. ~ p r e. p r
c. p ~ r
2. Dari persamaan didapatkan nilai x adalah
a. 1/5 d. -4
b. 4 e. -5
c. 5
3. = ...
a. 5 - 26 d. 7 - 26
b. 3 - 2 e. 2 - 3
c. 7 - 230
4. Jika 30log 6 = 1/a dan 20log 6 = 1/b. Maka log 6 = ...
a. d.
b. e.
c.
5. Jumlah akar akar persamaan
log[log (x+3)] + los 2 = log(log 16x ) adalah ...
a. 5 d. -16
b. 10 e. 20
c. 13
6. Persamaan kuadrat yang akar-akarnya satu lebihnya dari akar akar persamaan kuadrat 4x2 – 2x + 3 = 0 adalah
a. 4x2 – 2x + 3 = 0 d. 5x2 – x + 4 = 0
b. 4x2 + 10x – 9 = 0 e. 3x2 – 3x + 2 = 0
c. 4x2 – 10x + 9 = 0
7. Jika g(x) = 2x + 3 dan (g o f)(x) = 2x2 + 4x + 5 maka f(2) = ...
a. 5 d. 11
b. 7 e. 21
c. 9
8. Diketahui f(x) = 7x + 4 dan g(x) = 5x + p.
Bila (f o g)(x) = (g o f)(x), maka nilai p adalah ...
a. 8/3 d. -8
b. 3/8 e. -3
c. -8/3
9. Nilai x yang memenuhi peramaan berikut adalah ...
xlog2 . 2 log (2x – 3) – x + 6log – 1x + xlog ( x+2 ) = 1
a. 8 d. 6
b. 9 e. 5
c. -1
10. 32x – 4. 3x + 1 + 27 < 0, maka a. 3 < x < 9 d. 1 < x < 9 b. 1 < x < 3 e. 0 < x < 1 c. 1 < x < 2 11. Suatu lingkaran berpusat di titik (2,1) dan memotong garis 3x + 4y + 5 = 0 dititik A dan B. Jika panjang AB = 8, maka persamaan lingkaran tersebut adalah ... a. x2 + y2 – 4x – 2y = 20 d. x2 + y2 – 4x – 2y +1 = 0 b. x2 + y2 – 4x – 2y = 4 e. x2 + y2 – 4x – 2y = 11 c. x2 + y2 – 4x – 2y = - 4 12. Salah satu persamaan garis singgung di titik (0, 2) pada lingkaran x2 + y2 = 1 adalah ... a. y = x3 - 2 d. y = - x3 + 2 b. y = x3 + 1 e. y = - x3 + 1 c. y = - x3 - 2 13. Jika suku banyak f(x) = x3 + 2ax2 + 5x + p dibagi oleh masing masing (x – 2) dan (x + 1) mempunyai sisa 20 dan 8, maka nilai a + p adalah.... a. 70 d. 16 b. 18 e. 62 c. 91 14. Suku banyak p(x) dibagi (2x – 1) dan dibagi ( 3x +2 ) berturut turut bersisa 2 dan -3. Suku banyak f(x) dibagi oleh (2x – 1) dan (3x + 2) berturut turut bersisa -2 dan 6 Sisa pembagian suku banyak h(x) = p(x) f(x) oleh (2x – 1)( 3x +2 ) adalah ... a. 12x+ 10 d. 5x – 5 b. 12x – 10 e. 12x – 6 c. 6x + 5 15. Nilai y yang memenuhi persamaan 4x – 2y + 1 = 82x – y 3x + y + 1 = 92x – y – 4 , adalah a. -4 d. 2 b. -2 e. 4 c. 1 16. Seorang pedagang mempunyai persediaan kopi Brazil 18 kg dan kopi Lampung 12 kg. Kedua jenis kopi akan dicampur dan dibuat kemasan. Kemasan kopi enak memerlukan 2 kg kopi Brazil dan 2 kg kopi Lampung. Kemasan kopi sedap memerlukan 3 kg kopi Brazil dan 1 kg kopi Lampung. Harga 1 kemasan kopi Enak adalah Rp. 60.000 dan kopi Sedap Rp. 50.000. Agar mendapatkan hasil penjualan yang maksimum, maka kemasan kopi enak dan kemasan kopi sedap dibuat masing masing sebanyak ... a. 6 dan 10 d. 9 dan 10 b. 9/2 dan 3 e. 0 dan 12 e. 0 dan 6 17. Jika dan , ... a. d. b. e. c. 18. Vektor u dan v masing masing mewakili vektor AB dan BC. Bila A(-2, 5, -1), B(6, 6, 3) dan C(10, 2, 5), maka kosinus sudut antara vektor u dan v adalah a. 1/3 d. 3 / 2 b. 2/3 e. -1 c. 2 / 2 19. Diketahui titik P(2, 3, -2), Q(3, 5, 1) dan R(a – 1, 9, c + 2 ) terletak pada garis lurus (koliniear), maka nilai a + c adalah ... a. 11 d. 4 b. 6 e. 16 c. 2 20. Diketahui vektor posisi a = (3, 2, -6) dan b = (-4, p, 2). Bila panjang proyeksi vektor a pada v adalah 4/3, maka nilai p ... a. 2 atau -2 d. 5 atau -5 b. 3 atau -3 e. 7 c. 4 atau -4 21. Jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmatika adalah Sn = (n – 1)(n +3) + 3. Suku ke 5 dari deret tersebut adalah .. a. 10 d. 13 b. 11 e. 14 c. 12 22. Jumlah bilangan bulat diantara 10 dan 100 yang habis dibagi 3 tetapu tidak habis dibagi 5 adalah .... a. 820 d. 1665 b. 1350 e. 650 e. 1280 23. Sebuah bola tenis dijatuhkan dari ketinggian 7,5 meter. Dan memantul 4/5 kali tinggi semula. Pemantulan terjadi secara terus menerus sampai bola berhenti. Jumlah seluruh lintasan bola yang terjadi adalah ... a. 45 meter d. 75 meter b. 47.5 meter e. 55 meter c. 67.5 meter 24. Jumlah n suku pertama suatu deret geometri dinyatakan dengan Sn = 2n + 2 - 4. Rasio deret itu adalah ... a. 4 d. 1/4 b. 2 e. -2 c. 1/2 25. Sebuah bidang empat beraturan TABC panjang rusuknya adalah a. Jarak T ke bidang alas adalah ... a. (a 2) / 2 d. (a 6) / 3 b. (a 2) / 3 e. (a 3) / 2 c. (a 3) / 3 26. Nilai x yang memenuhi persamaaan berikut adalah 2 cos 2x – 4 cos x = 1 untuk 0 x 360o adalah … a. /3 dan 5/3 d. /6 dan 11/6 b. 5/6 dan 7/6 e. 2/3 dan 7/3 c. 2/3 dan 4/3 27. Suatu segitiga sisi-sisinya 4 cm da, 6 cm dan 43 cm. Luas segitiga itu adalah ... cm2 a. 1/2 252 d. 252 b. 143 e. 341 c. 2143 28. (2m + 1) cos x + (m-2)sin x = m-3, mempunyai penyelesaian apabila m memenuhi : a. -2 m 1/2 d. m -2 atau 1/2 m b. 1/2 m 2 e. m -1/2 atau 2 m c. m 1/2 atau 2 m 29. Jika f(x) = x2 – 4x, maka = a. d. 0 b. 2 e. 3 c. 9 30. = ... a. 1/2 d. -4 b. -1/4 e. 8 c. 2 31. Jika y = sin 2 (3x4 – 5b), maka dy/dx = ... a. 12x3sin2(3x4 – 5b) d. Sin(3x4 – 5b) b. sin 2(3x4 – 5b) e. 2(3x4 – 5b) sin (3x4 – 5b) c. -12x3 cos 2(3x4 – 5b) 32. Dari sehelai karton akan dibuat sebuah kotak tanpa tutup dengan alas bujur sangkar. Jika jumlah luas bidang alas dan semua bidang sisi kotak sebesar 432 cm3, maka volume kotak terbesar yang mungkin terjadi adalah .... cm3 a. 432 d. 864 b. 649 e. 972 c. 720 33. = ... a. b. c. d. e. 34. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = - x2 + 4 dan garis y=3x adalah ... a. 33/2 d. 49/2 b. 19 e. 151/6 c. 125/6 35. Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = 4 – x2, sumbu y, garis y = -1 dan y = 0 diputar ssejauh 360o mengelilingi sumbu y adalah ... a.16 d. 3.5 b. 12 e. 1.5 c. 4.5 36. Jika gradien garis singgung pada y + 3x2 – 3x – 1 = 0 merupakan kuadrat dari gradien garis singgung pada y – 3/2 x2 + 2x = 0, maka gradien garis singgung yang disebutkan pertama adalah ... a. -1 d. 2 b. 1 e. 1/3 c. -2 37 Sekumpulan data mempunyai rata rata 45 dan jangkauan 10. Jika setiap nilai data dikurangi m kemudian hasilnya dibagi 2n ternyata menghasilkan data baru dengan rata-rata 30 dan jangkauan 5. Nilai m dan n berturut-turut adalah ... a. -11 dan 5 d. -14 dan 2 b. -12 dan 4 e. -15 dan 1 c. -13 dan 3 38. Johan, Tri, Sinta, Ratno dan Mus akan duduk pada 5 buah kursi yanng berderet dari kiri ke kanan. Peluang Johan dan Tri selalu duduk berdampingan adalah ... a. 1/5 d. 1/60 b. 2/5 e. 1/120 c. 1/24 39. Tersedia 15 kunci berbeda dan ada 1 kunci yang dapat digunakan untuk membuka sebuah pintu. Kunci diambil satu persatu tanpa pengembalian. Peluang kunci yang terambil dapat digunakan untuk membuka pintu pada pengambilan ke 10 adalah ... a. 1/150 d. 4/15 b. 10/15 e. 2/15 c. 1/15 40. Umur f 4 – 7 6 8 – 11 10 12 – 15 18 16 – 19 40 20 – 23 16 24 – 27 10 Median dari data umur pada tabel disamping adalah .... a. 16.5 b. 17.1 c. 17.3 d. 17.5 e. 18.3 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 2 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 20 SOAL 1. Nilai (x + y + z) yang memenuhi sistem persamaan : a. 1 b. 3 c. 5 d. 6 e. 9 2. Nilai a dari persamaan matriks adalah ..... a. 75 b. 11 c. 9 d. -9 e. -11 3. Akar akar persamaan kuadrat x2 – 4x + 3 = 0 adalah x1 dan x2. Persamaan kuadrat yang akar akarnya 2x1 + 5 dan 2x2 + 5 adalah a. x2 – 2x + 3 = 0 d. x2 – 18x + 77 = 0 b. x2 – 2x - 3 = 0 e. x2 + 18x + 77 = 0 c. x2 – 6x – 7 = 0 4. Suku ke-4 dan suku ke-7 suatu deret aritmetika diketahui berturut-turut adalah 5 dan 14. jumlah dua puluh lima suku pertama adalah a. 800 b. 850 c. 1675 d. 1700 e. 1775 5. Sebuah bila dijatuhkan dari ketinggian 36 m kemudian memantul di lantai setinggi 2/3 dari tinggi sebelumnya, begitu seterusnya. Tinggi bola pada pemantulan ke- 4 adalah .... m a. 16 b. 32/3 c. 64/9 d. 118/27 e. 256/81 6. Diketahui segitiga ABC dengan AB = 7cm, BC = 5cm, dan AC = 6cm. Nilai sin ACB= a. b. c. d. e. 7. Himpunan penyelesaian dari cos 2x + 3 sin x + 1 = 0 untuk 0 < x < 2Ï€ adalah a. { , } d. { , } b. { , } e. { , } c. { , } 8. Bentuk (- cos x - sin x ) dapat diubah dalam bentuk a. 2 cos (x - ) d. – 2 cos (x - ) b. – 2 cos (x + ) e. 2 cos (x - ) c. 2 cos (x + ) 9. Diketahui a = 3log2 6 - 3log2 2 – 2 9log 6 dan b = 3log 2 + . Nilai = .... a. -4 b. -2 c. - 0.5 d. 0.5 e. 1 10. Himpunan penyelesaian persamaan 5x+1 + 51- x = 26 adalah a. d. { -1, 1} b. e. { -1, 0} c. { , 1} 11. Dari 10 Peserta kontes kecantikan yang masuk nominasi, akan dipilih 3 nominasi terbaik secara acak. Banyak pilihan yang dapat dilakukan adalah ... a. 10 b. 20 c. 40 d. 120 e. 720 12. Rataan hitung dari data pada tabel adalah a. 9 b. 9,2 c. 9,6 d. 10 e. 10,4 13. Diketahui (f o g)(x) = dan g(x) = 1 – x, maka f(x) = ...... a. d. b. e. c. 14. Sebuah butik memiliki 4 m kain satin dan 5 m kain prada. Dari bahan tersebut akan dibuat dua baju pesta. Baju pesta I memerlukan 2 m kain satin dan 1 m kain prada, baju pesta II memerlukan 1 m kain satin dan 2 m kain prada. Jika harga jual baju pesta I sebesarRp. 500.000 dan baju pesta II sebesar Rp. 400.000, hasil penjualan maksimum butik tersebut adalah a. Rp. 800.000 d. Rp. 1.400.000 b. Rp. 1.000.000 e. Rp. 2.000.000 c. Rp. 1.300.000 15. Nilai dari = .... a. 3/32 b. 3/16 c. 3/8 d. 4/3 e. 8/3 16. Panjang lintasan S meter pada waktu t detik dari suatu benda yang bergerak sepanjang garis lurus ditentukan dengan rumus S = 8 – 12t + 9t2 – 2t3, dengan 0 t 3. Panjang lintasan maksimum adalah a. 24 m b. 16 m c. 4 m d. 3 m e. 2 m 17. Diketahui F(x) = sin 2 (2x + 3). Turunan pertamanya adalah a. F’(x) = -4 sin (4x + 6) d. F’(x) = 2 sin (4x + 6) b. F’(x) = -2 sin (4x + 6) e. F’(x) = 4 sin (4x + 6) c. F’(x) = - sin (4x + 6) 18. Volum benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = x + 2 diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o adalah ... satuan volum a. b. 8Ï€ c. d. e. 19. Suku banyak P(x) dibagi oleh (4x2 – 1) sisanya (3x – 4) dan jika dibagi oleh (x + 1) sisanya -16. Sisa pembagian suku banyak oleh (2x2 + x – 1) adalah .... a. 9x – 7 d. 21x + 5 b. 12 – 4 e. 27x + 11 c. 13 + 3 20. Diketahui titik titik A(6, 4, 7), B(2, -4, 3) dan P(-1, 4, 2). Titik R terletak pada garis AB sehingga AR : RB = 3 : 1. Panjang vektor PR adalah a. 2 b. 2 c. 2 d. 4 e. 4 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 3 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 20 SOAL 1. Diketahui Premis 1 : Budi membayar pajak maka ia warga yang baik Premis 2 : Budi bukan warga yang baik. Kesimpulan dari premis-premis tersebut adalah a. Budi tidak membayar pajak b. Budi membayar pajak c. Budi membayar pajak dan ia bukan warga yang baik d. Budi tidak membayar pajak dan ia bukan warga yang baik e. Budi bukan warga yang baik, maka ia tidak membayar pajk 2. Negasi dari pernyataan ”Matematika tidak mengasyikkan atau membosankan” adalah ... a. matematika mengasyikkan atau membosankan b. matematika mengasikkan atau tidakmembosankan c. matematika mengasikkan dan tidak membosankan d. matematika tidak mengasikkan dan tidak membosankan e. matematika tidak mengasikkan dan membosankan 3. Jika pernyataan p bernilai salah, dan ~q bernilai salah, maka pernyataan majemuk berikut yang bernilai benar adalah a. ~p ~q d. P (~p ~q) b. (~p q) p e. ~p (~p ~q) c. (p v q) p 4. Akar akar persamaan kuadrat 2x2 + x – 3 = 0 adalah a. 3/2 dan -1 d. 2/3 dan 1 b. -3/2 dan -1 e. -2/3 dan 1 c. -3/2 dan 1 5. Akar akar persamaan kuadrat 3x2 – 2x + 1 = 0 adalah dan . Persamaan kuadrat yang akar akarnya 3 dan 3 adalah a. x2 – 2x + 3 = 0 d. x2 + 2x + 3 = 0 b. x2 – 3x + 2 = 0 e. x2 – 3x – 2 = 0 c. x2 + 2x + 3 = 0 6. Jika x1 dan x2 adalah akar akar persamaan kuadrat 2x2 – 3x – 7 = 0, maka nilai (x1 + x2)2 – 2x1x2 = ... a. -7/4 b. -19/4 c. 27/4 d. 37/4 e. 47/4 7. Nilai x yang memenuhi x2 – 4x – 12 0 adalah a. x - 2 dan atau x 6 d. 2 x 6 b. x -6 atau x 2 e. -6 x 2 c. -2 x 6 8. Titik balik minimum grafik fungsi f(x) = x2 – 2x + 4 adalah a. (-1, 3) b. (1, 3) c. (-1, -3) d. (1, 6) e. (-1, 6) 9. Persamaan grafik fungsi kuadrat yang puncaknya (-2, 6) dan melalui titik (0, 4) adalah a. f(x) =- x2 – 2x + 6 d. f(x) = - x2 – 2x + 4 b. f(x) = x2 + 4x + 10 e. f(x) = - x2 – 2x + 2 c. f(x) = - x2 + 2x + 6 10. Diketahui f(x) = , invers dari f adalah f -1(x) = .. a. d. b. e. c. 11. Suku pertama barisan geometri adalah 6 dan suku ke-6 adalah 192. Jumlah tujuh suku pertama deret geometri tersebut adalah ...... a. 390 b. 762 c. 1530 d. 1536 e. 4374 12. Diketahui barisan aritmetika dengan suku pertama 3 dan suku ke-5 adalah 11. Jumlah 20 suku pertama deret tersebut adalah a. 420 b. 430 c. 440 d. 460 e. 540 13. Sebuah pesawat terbang memiliki tempat duduk tidak lebih dari 60 buah. Setiap penumpang bagasinya dibatasi, untuk penumpang kelas utama 30 kg dan untuk penumpang kelas ekonomi 20 kg. Pesawat tersebut hanya dapat membawa bagasi 1500 kg. Jika tiket untuk setiap penumpang kelas utama Rp. 600.000 dan untuk kelas ekonomi Rp. 450.000, maka penerimaan maksimum dari penjualan tiket adalah ... a. Rp. 13.500.000 d. Rp.31.500.000 b. Rp. 18.000.000 e. Rp. 41.500.000 c. Rp. 21.500.000 14. X adalah matrik persegi berordo 2 yang memenuhi persamaaan X . Matrik X adalah a. d. b. e. c. 15. Persamaan garis singgung kurva y = 2x3 - 8 pada titik (2, 8) a. 24x – y + 40 = 0 d. 24x – y – 56 = 0 b. 24x – y – 40 = 0 e. 24x + y + 56 = 0 c. 24x – y + 56 = 0 16. Sebuah persegi panjang diketahui panjang (2x + 4) cm dan lebar (8 – x) cm. Agar luas persegi panjang maksimum, ukuran lebarnya adalah .... cm a. 7 b. 6 c. 5 d. 3 e. 2 17. Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 6x + 10y – 91 = 0 yang melalui titik(-7, -10) adalah a. 2x – y + 4 = 0 d. 5x – y + 15 = 0 b. 2x + y + 4 = 0 e. 2x + y + 24 = 0 c. 5x + y + 15 = 0 18. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Jika titik Q adalah titik potong diagonal bidang ABCD jarak B ke QF adalah ...cm a. b. c. 3 d. 3 e. 2 19. Dari limas beraturan T. ABCD diketahui panjang rusuk tegak = cm dan panjang rusuk alas = 2 cm. Besar sudut antara bidang TAB dan bidang TCD adalah ...o a. 90 b. 75 c. 60 d. 45 e. 30 20. Persamaan bayangan garis 2y – 5x – 10 = 0 oleh rotasi [0, 90o] dilanjutkan refleksi terhadap garis y = -x, adalah .... a. 5y + 2x+ 10 = 0 d. 2y + 5x – 10 = 0 b. 5y – 2x – 10 = 0 e. 2y – 5x + 10 = 0 c. 2y + 5x + 10 = 0 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 4 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 40 SOAL 1. Ingkaran dari pernyataan ”Semua makhluk hidup perlu makan dan minum” adalah ..... a. Semua makhluk hidup tidak perlu makan dan minum b. Ada makhluk hidup yang tidak perlu makan atau minum c. Ada makhluk hidup yang tidak perlu makan minum d. Semua makhluk hidup perlu makan dan minum e. Semua makhluk hidup perlu makan tapi tdk perlu minum 2. Dari argumentasi berikut : Jika Ibu tidak pergi maka adik senang. Jika adik senang maka dia tersenyum. Kesimpulan yang sah adalah .... a. Ibu tidak pergi atau adik tersenyum b. Ibu pergi dan adik tidak tersenyum c. Ibu pergi atau adik tidak tersenyum d. Ibu tidak pergi dan adik tersenyum e. Ibu pergi atau adik tersenyum 3. Bentuk sederhana dari (1 + 3 ) – (4 - ) adalah a. -2 -3 d. 8 +3 b. -2 + 5 e. 8 + 5 c. 8 -3 4. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b, maka 15log 20 = .... a. d. b. e. c. 5. Fungsi kuadrat yang mempunyai nilai maksimum 3 untuk x = 1 dan grafiknya melalui (3, 1) memotong sumbu Y di titik ... a. (0, 3.5) b. (0, -3) c. (0,2.5) d (0, 2) e. (0, 3.5) 6. Diketahui fungsi f(x) = 6x – 3, g(x) = 5x + 4, dan (f o g)(a) = 81. Nilai a adalah a. -2 b. -1 c. 1 d. 2 e. 3 7. Nilai dari 2x + 2-x = ..... a. 23 b. 24 c. 25 d. 26 e. 27 8. Semua nilai x yang memenuhi pertidaksamaan : 32x + 1 + 8 . 3x – 3 > 0 adalah
a. x < 3 b. x < c. x < -3 d. x > -1 e. x >
9. Nilai x yang memenuhi 2log2(4x – 4) – 2log(4x – 4)4 = 2log
a. 3 atau 1 b. 3 atau 2 c. 3 atau 6 d. 3 atau 1.5 e. 3 atau 2.5
10. Jarak antara titik pusat lingkaran x2 – 4x + y2 – 4 = 0 dari sumbu Y adalah
a. 3 b. 2.5 c. 2 d. 1 e. 1.5
11. Salah satu persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 yang tegak lurus dengan garis 2y – x + 3 = 0 adalah
a. y = - x + d. y = -2x + 5
b. y = x - 5 e. y = 2x + 5
c. y = 2x - 5
12. Jika f(x) dibagi dengan (x – 2) sisanya 24, sedangkan jika f(x) dibagi dengan (2x – 3) sisanya 20. Jika f(x) dibagi dengan
(x – 2) (2x – 3) sisanya adalah ....
a. 8x + 8 b. 8x – 8 c. -8x + 8 d. -8x – 8 e. -8x + 6
13. Tujuh tahun yang lalu umur ayah sama dengan 6 kali umur Budi. Empat tahun yang akan datang 2 kali umur ayah sama dengan 5 kali umur budi ditambah 9 tahun. Umur ayah sekarang adalah .... tahun
a. 39 b. 43 c. 49 d. 54 e. 78
14. Nilai maksimum dari bentuk obyektif k = 3x + 4y yang memenuhi pertidaksamaan
dengan x, y anggota R adalah ......
a. 36 b. 32 c. 30 d. 27 e. 24
15. Luas daerah parkir 1.760 m2. Luas rata rata untuk mobil kecil 4 m2 dan mobil besar 20 m2. Daya tampung maksimum hanya 200 kendaraan, biaya parkir mobil kecil Rp. 1000/ jam dan mobil besar Rp. 2000 / jam. Jika dalam satu jam terisi penuh dan tidak ada kendaraan yang pergi dan datang, maka pendapatan maksimum tempat parkir itu adalah
a. Rp. 176.000,00 d. Rp. 300.000,00
b. Rp. 200.000,00 e. Rp. 340.000,00
c. Rp. 260.000,00
16. Diketahui persamaan matrik :
3 , nilai x dan y adalah
a. 3, -2 b. -2, 3 c. -3, 2 d. 2, 3 e. -2, -3
17. Diketahui matrik A = , B = , dan C = . Apabila B – A = CT, dengan CT transpose matrik C, maka nilai xy = ....
a. 10 b. 15 c. 20 d. 25 e. 30
18. Dketahui vektor U = 2i – 4 j – 6 k dan V = 2i – 2j + 4k. Proyeksi orthogonal U pada V adalah
a. -4i + 8j + 12k d. –i + 2j + 3k
b. -4i +4j +8k e. –i + j – 2k
c. -2i + 2j – 4k
19. Diketahui vektor a = (1, x, 2), b = (2, 1, -1), dan panjang proyeksi a pada b adalah sudut antara a dan b adalah , nilai cos = .....
a. b. c. d. e.
20. Bayangan titik A(x, y) karena refleksi terhadap garis x = -2, dilanjutkan refleksi terhadap garis y = 3 dan kemudian dilanjutkan rotasi pusat O bersudut radian adalah (-4, 6). Koordinat titik A adalah ....
a. (2, -10) b. (2, 10) c.(10, 2) d. (-10, 2 ) e. (10, -2)
21. Persamaan peta suatu kurva oleh rotasi pusat O bersudut , dilanjutkan dilatasu [0, 2] adalah x = 2 + y – y2. Persamaan kurva semula adalah ...
a. y = x2 – x + 4 d. y = -2x2 + x + 1
b. y = x2 – x – 4 e. y = 2x2 – x – 1
c. y = x2 + x + 4
22. Suatu deret aritmatika terdiri atas 14 suku. Jika jumlah suku suku ganjil 140, dan jumlah suku genap 161, beda deret itu
a. 6 b. 5 c. 4 d. 3 e. -3
23. Seorang ayah membagikan uang sebesar Rp. 100.000 kepada 4 orang anaknya. Makin muda usia anaknya , makin kecil uang yang diterima. Jika selisih yang diterima setiap dua anak yang usianya berdekatan adalah Rp. 5.000 dan si sulung menerima uang paling banyak, maka jumlah yang diterima oleh si bungsu adalah ......
a. Rp. 15.000, 00 d. Rp. 22.500,00
b. Rp. 17.500,00 e. Rp. 22.000,00
c. Rp. 20.000,00
24. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 10 m dan memantul kembali dengan ketinggian 3/4 kali dari sebelumnya, begitu seterusnya hingga bola berhenti. Jumlah seluruh lintasan bola adalah ......
a. 65 m b. 70 m c. 75 m d. 77 m e. 80 m
25. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah.
26. Pada kubus ABCD.EFGH, adalah sudut antara bidang ACF dan ABCD. Nilai sin = ......
a. b. c. d. e.
27. Sebuah kapal berlayar dari perlabuhan A dengan arah 044o sejauh 55 km. Kemudian berlayar lagi dengan arah 104o sejauh 40 km ke pelabuhan C. Jarak pelabuhan A ke C adalah
a. 10 b. 10 c. 10 d. 10 e. 10
28. Nilai dari tan 165o = .....
a. 1 - b. -1 + c. -2+ d. 2 - e. 2 +
29. Nilai dari cos 40o + cos 80o + cos 160o = .....
a. b. c. 0 d. e.
30. Himpunan penyelesaian cos 2x + sin x – 1 = 0 untuk 0o x 360o adalah
a. {0, 30, 150} d. {0, 30, 150, 270, 360}
b. {0, 180, 360} e. {0, 60, 150, 180, 360}
c. {0, 30, 150, 180, 360}
31. Nilai
a. -7/12 b. -1/4 c. -1/12 d. -1/24 e. 0
32. Turunan pertama f(x) = adalah
a. d.
b. e.
c.
33. Turunan pertama dari f(x) = sin4(3x2 -2) adalah
a. 2 sin2(3x2 – 2) sin (6x2 – 4)
b. 12x sin2(3x2 – 2) sin (6x2 – 4)
c. 12x sin2(3x2 – 2) cos (6x2 – 4)
d. 24x sin3(3x2 – 2)cos2(3x2 – 2)
e. 24x sin2(3x2 – 2) cos(3x2 – 2)
34. Kawat sepanjang 120m akan dibuat kerangka seperti pada gambar. Agar luasnya maksimum maka panjang kerangka (p)
a. 16m b. 18m c. 20m d. 22m e. 24m
35. Hasil dari = ......
a. 1/3 b. 1/2 c. π/3 d. π/2 e. π
36. Hasil = ......
a.
b.
c.
d.
e.
37. Luas daerah yang diarsir pada gambar adalah … satuan luas
38. Volume benda putar yang terjadi bila daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 – 1 dan sumbu X dari x = 1, x = -1 diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o adalah ….
a. 4Ï€/15 b. 8Ï€/15 c. 16Ï€/15 d. 24Ï€/15 e. 32Ï€/15
39. Diagram di bawah menyajikan data berat (dalam kg) dari 40 siswa, modusnya adalah
40. Kotak I berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning. Kotak II berisi 2 bola merah dan 6 bola kuning. Dari masing masing kotak diambil sebuah bola secara acak. Peluang terambilnya kedua bola berwarna sama adalah
a. 1/8 b. 5/16 c. 7/16 d. 9/16 e. 7/8
STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
JUMLAH SOAL : 40 SOAL
1. Penarikan kesimpulan yang sah dari argument berikut
~p q
q r adalah ….
a. p r d. ~p r
b. ~ p r e. p r
c. p ~ r
2. Dari persamaan didapatkan nilai x adalah
a. 1/5 d. -4
b. 4 e. -5
c. 5
3. = ...
a. 5 - 26 d. 7 - 26
b. 3 - 2 e. 2 - 3
c. 7 - 230
4. Jika 30log 6 = 1/a dan 20log 6 = 1/b. Maka log 6 = ...
a. d.
b. e.
c.
5. Jumlah akar akar persamaan
log[log (x+3)] + los 2 = log(log 16x ) adalah ...
a. 5 d. -16
b. 10 e. 20
c. 13
6. Persamaan kuadrat yang akar-akarnya satu lebihnya dari akar akar persamaan kuadrat 4x2 – 2x + 3 = 0 adalah
a. 4x2 – 2x + 3 = 0 d. 5x2 – x + 4 = 0
b. 4x2 + 10x – 9 = 0 e. 3x2 – 3x + 2 = 0
c. 4x2 – 10x + 9 = 0
7. Jika g(x) = 2x + 3 dan (g o f)(x) = 2x2 + 4x + 5 maka f(2) = ...
a. 5 d. 11
b. 7 e. 21
c. 9
8. Diketahui f(x) = 7x + 4 dan g(x) = 5x + p.
Bila (f o g)(x) = (g o f)(x), maka nilai p adalah ...
a. 8/3 d. -8
b. 3/8 e. -3
c. -8/3
9. Nilai x yang memenuhi peramaan berikut adalah ...
xlog2 . 2 log (2x – 3) – x + 6log – 1x + xlog ( x+2 ) = 1
a. 8 d. 6
b. 9 e. 5
c. -1
10. 32x – 4. 3x + 1 + 27 < 0, maka a. 3 < x < 9 d. 1 < x < 9 b. 1 < x < 3 e. 0 < x < 1 c. 1 < x < 2 11. Suatu lingkaran berpusat di titik (2,1) dan memotong garis 3x + 4y + 5 = 0 dititik A dan B. Jika panjang AB = 8, maka persamaan lingkaran tersebut adalah ... a. x2 + y2 – 4x – 2y = 20 d. x2 + y2 – 4x – 2y +1 = 0 b. x2 + y2 – 4x – 2y = 4 e. x2 + y2 – 4x – 2y = 11 c. x2 + y2 – 4x – 2y = - 4 12. Salah satu persamaan garis singgung di titik (0, 2) pada lingkaran x2 + y2 = 1 adalah ... a. y = x3 - 2 d. y = - x3 + 2 b. y = x3 + 1 e. y = - x3 + 1 c. y = - x3 - 2 13. Jika suku banyak f(x) = x3 + 2ax2 + 5x + p dibagi oleh masing masing (x – 2) dan (x + 1) mempunyai sisa 20 dan 8, maka nilai a + p adalah.... a. 70 d. 16 b. 18 e. 62 c. 91 14. Suku banyak p(x) dibagi (2x – 1) dan dibagi ( 3x +2 ) berturut turut bersisa 2 dan -3. Suku banyak f(x) dibagi oleh (2x – 1) dan (3x + 2) berturut turut bersisa -2 dan 6 Sisa pembagian suku banyak h(x) = p(x) f(x) oleh (2x – 1)( 3x +2 ) adalah ... a. 12x+ 10 d. 5x – 5 b. 12x – 10 e. 12x – 6 c. 6x + 5 15. Nilai y yang memenuhi persamaan 4x – 2y + 1 = 82x – y 3x + y + 1 = 92x – y – 4 , adalah a. -4 d. 2 b. -2 e. 4 c. 1 16. Seorang pedagang mempunyai persediaan kopi Brazil 18 kg dan kopi Lampung 12 kg. Kedua jenis kopi akan dicampur dan dibuat kemasan. Kemasan kopi enak memerlukan 2 kg kopi Brazil dan 2 kg kopi Lampung. Kemasan kopi sedap memerlukan 3 kg kopi Brazil dan 1 kg kopi Lampung. Harga 1 kemasan kopi Enak adalah Rp. 60.000 dan kopi Sedap Rp. 50.000. Agar mendapatkan hasil penjualan yang maksimum, maka kemasan kopi enak dan kemasan kopi sedap dibuat masing masing sebanyak ... a. 6 dan 10 d. 9 dan 10 b. 9/2 dan 3 e. 0 dan 12 e. 0 dan 6 17. Jika dan , ... a. d. b. e. c. 18. Vektor u dan v masing masing mewakili vektor AB dan BC. Bila A(-2, 5, -1), B(6, 6, 3) dan C(10, 2, 5), maka kosinus sudut antara vektor u dan v adalah a. 1/3 d. 3 / 2 b. 2/3 e. -1 c. 2 / 2 19. Diketahui titik P(2, 3, -2), Q(3, 5, 1) dan R(a – 1, 9, c + 2 ) terletak pada garis lurus (koliniear), maka nilai a + c adalah ... a. 11 d. 4 b. 6 e. 16 c. 2 20. Diketahui vektor posisi a = (3, 2, -6) dan b = (-4, p, 2). Bila panjang proyeksi vektor a pada v adalah 4/3, maka nilai p ... a. 2 atau -2 d. 5 atau -5 b. 3 atau -3 e. 7 c. 4 atau -4 21. Jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmatika adalah Sn = (n – 1)(n +3) + 3. Suku ke 5 dari deret tersebut adalah .. a. 10 d. 13 b. 11 e. 14 c. 12 22. Jumlah bilangan bulat diantara 10 dan 100 yang habis dibagi 3 tetapu tidak habis dibagi 5 adalah .... a. 820 d. 1665 b. 1350 e. 650 e. 1280 23. Sebuah bola tenis dijatuhkan dari ketinggian 7,5 meter. Dan memantul 4/5 kali tinggi semula. Pemantulan terjadi secara terus menerus sampai bola berhenti. Jumlah seluruh lintasan bola yang terjadi adalah ... a. 45 meter d. 75 meter b. 47.5 meter e. 55 meter c. 67.5 meter 24. Jumlah n suku pertama suatu deret geometri dinyatakan dengan Sn = 2n + 2 - 4. Rasio deret itu adalah ... a. 4 d. 1/4 b. 2 e. -2 c. 1/2 25. Sebuah bidang empat beraturan TABC panjang rusuknya adalah a. Jarak T ke bidang alas adalah ... a. (a 2) / 2 d. (a 6) / 3 b. (a 2) / 3 e. (a 3) / 2 c. (a 3) / 3 26. Nilai x yang memenuhi persamaaan berikut adalah 2 cos 2x – 4 cos x = 1 untuk 0 x 360o adalah … a. /3 dan 5/3 d. /6 dan 11/6 b. 5/6 dan 7/6 e. 2/3 dan 7/3 c. 2/3 dan 4/3 27. Suatu segitiga sisi-sisinya 4 cm da, 6 cm dan 43 cm. Luas segitiga itu adalah ... cm2 a. 1/2 252 d. 252 b. 143 e. 341 c. 2143 28. (2m + 1) cos x + (m-2)sin x = m-3, mempunyai penyelesaian apabila m memenuhi : a. -2 m 1/2 d. m -2 atau 1/2 m b. 1/2 m 2 e. m -1/2 atau 2 m c. m 1/2 atau 2 m 29. Jika f(x) = x2 – 4x, maka = a. d. 0 b. 2 e. 3 c. 9 30. = ... a. 1/2 d. -4 b. -1/4 e. 8 c. 2 31. Jika y = sin 2 (3x4 – 5b), maka dy/dx = ... a. 12x3sin2(3x4 – 5b) d. Sin(3x4 – 5b) b. sin 2(3x4 – 5b) e. 2(3x4 – 5b) sin (3x4 – 5b) c. -12x3 cos 2(3x4 – 5b) 32. Dari sehelai karton akan dibuat sebuah kotak tanpa tutup dengan alas bujur sangkar. Jika jumlah luas bidang alas dan semua bidang sisi kotak sebesar 432 cm3, maka volume kotak terbesar yang mungkin terjadi adalah .... cm3 a. 432 d. 864 b. 649 e. 972 c. 720 33. = ... a. b. c. d. e. 34. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = - x2 + 4 dan garis y=3x adalah ... a. 33/2 d. 49/2 b. 19 e. 151/6 c. 125/6 35. Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = 4 – x2, sumbu y, garis y = -1 dan y = 0 diputar ssejauh 360o mengelilingi sumbu y adalah ... a.16 d. 3.5 b. 12 e. 1.5 c. 4.5 36. Jika gradien garis singgung pada y + 3x2 – 3x – 1 = 0 merupakan kuadrat dari gradien garis singgung pada y – 3/2 x2 + 2x = 0, maka gradien garis singgung yang disebutkan pertama adalah ... a. -1 d. 2 b. 1 e. 1/3 c. -2 37 Sekumpulan data mempunyai rata rata 45 dan jangkauan 10. Jika setiap nilai data dikurangi m kemudian hasilnya dibagi 2n ternyata menghasilkan data baru dengan rata-rata 30 dan jangkauan 5. Nilai m dan n berturut-turut adalah ... a. -11 dan 5 d. -14 dan 2 b. -12 dan 4 e. -15 dan 1 c. -13 dan 3 38. Johan, Tri, Sinta, Ratno dan Mus akan duduk pada 5 buah kursi yanng berderet dari kiri ke kanan. Peluang Johan dan Tri selalu duduk berdampingan adalah ... a. 1/5 d. 1/60 b. 2/5 e. 1/120 c. 1/24 39. Tersedia 15 kunci berbeda dan ada 1 kunci yang dapat digunakan untuk membuka sebuah pintu. Kunci diambil satu persatu tanpa pengembalian. Peluang kunci yang terambil dapat digunakan untuk membuka pintu pada pengambilan ke 10 adalah ... a. 1/150 d. 4/15 b. 10/15 e. 2/15 c. 1/15 40. Umur f 4 – 7 6 8 – 11 10 12 – 15 18 16 – 19 40 20 – 23 16 24 – 27 10 Median dari data umur pada tabel disamping adalah .... a. 16.5 b. 17.1 c. 17.3 d. 17.5 e. 18.3 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 2 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 20 SOAL 1. Nilai (x + y + z) yang memenuhi sistem persamaan : a. 1 b. 3 c. 5 d. 6 e. 9 2. Nilai a dari persamaan matriks adalah ..... a. 75 b. 11 c. 9 d. -9 e. -11 3. Akar akar persamaan kuadrat x2 – 4x + 3 = 0 adalah x1 dan x2. Persamaan kuadrat yang akar akarnya 2x1 + 5 dan 2x2 + 5 adalah a. x2 – 2x + 3 = 0 d. x2 – 18x + 77 = 0 b. x2 – 2x - 3 = 0 e. x2 + 18x + 77 = 0 c. x2 – 6x – 7 = 0 4. Suku ke-4 dan suku ke-7 suatu deret aritmetika diketahui berturut-turut adalah 5 dan 14. jumlah dua puluh lima suku pertama adalah a. 800 b. 850 c. 1675 d. 1700 e. 1775 5. Sebuah bila dijatuhkan dari ketinggian 36 m kemudian memantul di lantai setinggi 2/3 dari tinggi sebelumnya, begitu seterusnya. Tinggi bola pada pemantulan ke- 4 adalah .... m a. 16 b. 32/3 c. 64/9 d. 118/27 e. 256/81 6. Diketahui segitiga ABC dengan AB = 7cm, BC = 5cm, dan AC = 6cm. Nilai sin ACB= a. b. c. d. e. 7. Himpunan penyelesaian dari cos 2x + 3 sin x + 1 = 0 untuk 0 < x < 2Ï€ adalah a. { , } d. { , } b. { , } e. { , } c. { , } 8. Bentuk (- cos x - sin x ) dapat diubah dalam bentuk a. 2 cos (x - ) d. – 2 cos (x - ) b. – 2 cos (x + ) e. 2 cos (x - ) c. 2 cos (x + ) 9. Diketahui a = 3log2 6 - 3log2 2 – 2 9log 6 dan b = 3log 2 + . Nilai = .... a. -4 b. -2 c. - 0.5 d. 0.5 e. 1 10. Himpunan penyelesaian persamaan 5x+1 + 51- x = 26 adalah a. d. { -1, 1} b. e. { -1, 0} c. { , 1} 11. Dari 10 Peserta kontes kecantikan yang masuk nominasi, akan dipilih 3 nominasi terbaik secara acak. Banyak pilihan yang dapat dilakukan adalah ... a. 10 b. 20 c. 40 d. 120 e. 720 12. Rataan hitung dari data pada tabel adalah a. 9 b. 9,2 c. 9,6 d. 10 e. 10,4 13. Diketahui (f o g)(x) = dan g(x) = 1 – x, maka f(x) = ...... a. d. b. e. c. 14. Sebuah butik memiliki 4 m kain satin dan 5 m kain prada. Dari bahan tersebut akan dibuat dua baju pesta. Baju pesta I memerlukan 2 m kain satin dan 1 m kain prada, baju pesta II memerlukan 1 m kain satin dan 2 m kain prada. Jika harga jual baju pesta I sebesarRp. 500.000 dan baju pesta II sebesar Rp. 400.000, hasil penjualan maksimum butik tersebut adalah a. Rp. 800.000 d. Rp. 1.400.000 b. Rp. 1.000.000 e. Rp. 2.000.000 c. Rp. 1.300.000 15. Nilai dari = .... a. 3/32 b. 3/16 c. 3/8 d. 4/3 e. 8/3 16. Panjang lintasan S meter pada waktu t detik dari suatu benda yang bergerak sepanjang garis lurus ditentukan dengan rumus S = 8 – 12t + 9t2 – 2t3, dengan 0 t 3. Panjang lintasan maksimum adalah a. 24 m b. 16 m c. 4 m d. 3 m e. 2 m 17. Diketahui F(x) = sin 2 (2x + 3). Turunan pertamanya adalah a. F’(x) = -4 sin (4x + 6) d. F’(x) = 2 sin (4x + 6) b. F’(x) = -2 sin (4x + 6) e. F’(x) = 4 sin (4x + 6) c. F’(x) = - sin (4x + 6) 18. Volum benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = x + 2 diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o adalah ... satuan volum a. b. 8Ï€ c. d. e. 19. Suku banyak P(x) dibagi oleh (4x2 – 1) sisanya (3x – 4) dan jika dibagi oleh (x + 1) sisanya -16. Sisa pembagian suku banyak oleh (2x2 + x – 1) adalah .... a. 9x – 7 d. 21x + 5 b. 12 – 4 e. 27x + 11 c. 13 + 3 20. Diketahui titik titik A(6, 4, 7), B(2, -4, 3) dan P(-1, 4, 2). Titik R terletak pada garis AB sehingga AR : RB = 3 : 1. Panjang vektor PR adalah a. 2 b. 2 c. 2 d. 4 e. 4 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 3 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 20 SOAL 1. Diketahui Premis 1 : Budi membayar pajak maka ia warga yang baik Premis 2 : Budi bukan warga yang baik. Kesimpulan dari premis-premis tersebut adalah a. Budi tidak membayar pajak b. Budi membayar pajak c. Budi membayar pajak dan ia bukan warga yang baik d. Budi tidak membayar pajak dan ia bukan warga yang baik e. Budi bukan warga yang baik, maka ia tidak membayar pajk 2. Negasi dari pernyataan ”Matematika tidak mengasyikkan atau membosankan” adalah ... a. matematika mengasyikkan atau membosankan b. matematika mengasikkan atau tidakmembosankan c. matematika mengasikkan dan tidak membosankan d. matematika tidak mengasikkan dan tidak membosankan e. matematika tidak mengasikkan dan membosankan 3. Jika pernyataan p bernilai salah, dan ~q bernilai salah, maka pernyataan majemuk berikut yang bernilai benar adalah a. ~p ~q d. P (~p ~q) b. (~p q) p e. ~p (~p ~q) c. (p v q) p 4. Akar akar persamaan kuadrat 2x2 + x – 3 = 0 adalah a. 3/2 dan -1 d. 2/3 dan 1 b. -3/2 dan -1 e. -2/3 dan 1 c. -3/2 dan 1 5. Akar akar persamaan kuadrat 3x2 – 2x + 1 = 0 adalah dan . Persamaan kuadrat yang akar akarnya 3 dan 3 adalah a. x2 – 2x + 3 = 0 d. x2 + 2x + 3 = 0 b. x2 – 3x + 2 = 0 e. x2 – 3x – 2 = 0 c. x2 + 2x + 3 = 0 6. Jika x1 dan x2 adalah akar akar persamaan kuadrat 2x2 – 3x – 7 = 0, maka nilai (x1 + x2)2 – 2x1x2 = ... a. -7/4 b. -19/4 c. 27/4 d. 37/4 e. 47/4 7. Nilai x yang memenuhi x2 – 4x – 12 0 adalah a. x - 2 dan atau x 6 d. 2 x 6 b. x -6 atau x 2 e. -6 x 2 c. -2 x 6 8. Titik balik minimum grafik fungsi f(x) = x2 – 2x + 4 adalah a. (-1, 3) b. (1, 3) c. (-1, -3) d. (1, 6) e. (-1, 6) 9. Persamaan grafik fungsi kuadrat yang puncaknya (-2, 6) dan melalui titik (0, 4) adalah a. f(x) =- x2 – 2x + 6 d. f(x) = - x2 – 2x + 4 b. f(x) = x2 + 4x + 10 e. f(x) = - x2 – 2x + 2 c. f(x) = - x2 + 2x + 6 10. Diketahui f(x) = , invers dari f adalah f -1(x) = .. a. d. b. e. c. 11. Suku pertama barisan geometri adalah 6 dan suku ke-6 adalah 192. Jumlah tujuh suku pertama deret geometri tersebut adalah ...... a. 390 b. 762 c. 1530 d. 1536 e. 4374 12. Diketahui barisan aritmetika dengan suku pertama 3 dan suku ke-5 adalah 11. Jumlah 20 suku pertama deret tersebut adalah a. 420 b. 430 c. 440 d. 460 e. 540 13. Sebuah pesawat terbang memiliki tempat duduk tidak lebih dari 60 buah. Setiap penumpang bagasinya dibatasi, untuk penumpang kelas utama 30 kg dan untuk penumpang kelas ekonomi 20 kg. Pesawat tersebut hanya dapat membawa bagasi 1500 kg. Jika tiket untuk setiap penumpang kelas utama Rp. 600.000 dan untuk kelas ekonomi Rp. 450.000, maka penerimaan maksimum dari penjualan tiket adalah ... a. Rp. 13.500.000 d. Rp.31.500.000 b. Rp. 18.000.000 e. Rp. 41.500.000 c. Rp. 21.500.000 14. X adalah matrik persegi berordo 2 yang memenuhi persamaaan X . Matrik X adalah a. d. b. e. c. 15. Persamaan garis singgung kurva y = 2x3 - 8 pada titik (2, 8) a. 24x – y + 40 = 0 d. 24x – y – 56 = 0 b. 24x – y – 40 = 0 e. 24x + y + 56 = 0 c. 24x – y + 56 = 0 16. Sebuah persegi panjang diketahui panjang (2x + 4) cm dan lebar (8 – x) cm. Agar luas persegi panjang maksimum, ukuran lebarnya adalah .... cm a. 7 b. 6 c. 5 d. 3 e. 2 17. Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 – 6x + 10y – 91 = 0 yang melalui titik(-7, -10) adalah a. 2x – y + 4 = 0 d. 5x – y + 15 = 0 b. 2x + y + 4 = 0 e. 2x + y + 24 = 0 c. 5x + y + 15 = 0 18. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Jika titik Q adalah titik potong diagonal bidang ABCD jarak B ke QF adalah ...cm a. b. c. 3 d. 3 e. 2 19. Dari limas beraturan T. ABCD diketahui panjang rusuk tegak = cm dan panjang rusuk alas = 2 cm. Besar sudut antara bidang TAB dan bidang TCD adalah ...o a. 90 b. 75 c. 60 d. 45 e. 30 20. Persamaan bayangan garis 2y – 5x – 10 = 0 oleh rotasi [0, 90o] dilanjutkan refleksi terhadap garis y = -x, adalah .... a. 5y + 2x+ 10 = 0 d. 2y + 5x – 10 = 0 b. 5y – 2x – 10 = 0 e. 2y – 5x + 10 = 0 c. 2y + 5x + 10 = 0 LATIHAN SOAL UAN BAGIAN 4 STANDART KOMPETENSI LULUSAN (SKL) JUMLAH SOAL : 40 SOAL 1. Ingkaran dari pernyataan ”Semua makhluk hidup perlu makan dan minum” adalah ..... a. Semua makhluk hidup tidak perlu makan dan minum b. Ada makhluk hidup yang tidak perlu makan atau minum c. Ada makhluk hidup yang tidak perlu makan minum d. Semua makhluk hidup perlu makan dan minum e. Semua makhluk hidup perlu makan tapi tdk perlu minum 2. Dari argumentasi berikut : Jika Ibu tidak pergi maka adik senang. Jika adik senang maka dia tersenyum. Kesimpulan yang sah adalah .... a. Ibu tidak pergi atau adik tersenyum b. Ibu pergi dan adik tidak tersenyum c. Ibu pergi atau adik tidak tersenyum d. Ibu tidak pergi dan adik tersenyum e. Ibu pergi atau adik tersenyum 3. Bentuk sederhana dari (1 + 3 ) – (4 - ) adalah a. -2 -3 d. 8 +3 b. -2 + 5 e. 8 + 5 c. 8 -3 4. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b, maka 15log 20 = .... a. d. b. e. c. 5. Fungsi kuadrat yang mempunyai nilai maksimum 3 untuk x = 1 dan grafiknya melalui (3, 1) memotong sumbu Y di titik ... a. (0, 3.5) b. (0, -3) c. (0,2.5) d (0, 2) e. (0, 3.5) 6. Diketahui fungsi f(x) = 6x – 3, g(x) = 5x + 4, dan (f o g)(a) = 81. Nilai a adalah a. -2 b. -1 c. 1 d. 2 e. 3 7. Nilai dari 2x + 2-x = ..... a. 23 b. 24 c. 25 d. 26 e. 27 8. Semua nilai x yang memenuhi pertidaksamaan : 32x + 1 + 8 . 3x – 3 > 0 adalah
a. x < 3 b. x < c. x < -3 d. x > -1 e. x >
9. Nilai x yang memenuhi 2log2(4x – 4) – 2log(4x – 4)4 = 2log
a. 3 atau 1 b. 3 atau 2 c. 3 atau 6 d. 3 atau 1.5 e. 3 atau 2.5
10. Jarak antara titik pusat lingkaran x2 – 4x + y2 – 4 = 0 dari sumbu Y adalah
a. 3 b. 2.5 c. 2 d. 1 e. 1.5
11. Salah satu persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 yang tegak lurus dengan garis 2y – x + 3 = 0 adalah
a. y = - x + d. y = -2x + 5
b. y = x - 5 e. y = 2x + 5
c. y = 2x - 5
12. Jika f(x) dibagi dengan (x – 2) sisanya 24, sedangkan jika f(x) dibagi dengan (2x – 3) sisanya 20. Jika f(x) dibagi dengan
(x – 2) (2x – 3) sisanya adalah ....
a. 8x + 8 b. 8x – 8 c. -8x + 8 d. -8x – 8 e. -8x + 6
13. Tujuh tahun yang lalu umur ayah sama dengan 6 kali umur Budi. Empat tahun yang akan datang 2 kali umur ayah sama dengan 5 kali umur budi ditambah 9 tahun. Umur ayah sekarang adalah .... tahun
a. 39 b. 43 c. 49 d. 54 e. 78
14. Nilai maksimum dari bentuk obyektif k = 3x + 4y yang memenuhi pertidaksamaan
dengan x, y anggota R adalah ......
a. 36 b. 32 c. 30 d. 27 e. 24
15. Luas daerah parkir 1.760 m2. Luas rata rata untuk mobil kecil 4 m2 dan mobil besar 20 m2. Daya tampung maksimum hanya 200 kendaraan, biaya parkir mobil kecil Rp. 1000/ jam dan mobil besar Rp. 2000 / jam. Jika dalam satu jam terisi penuh dan tidak ada kendaraan yang pergi dan datang, maka pendapatan maksimum tempat parkir itu adalah
a. Rp. 176.000,00 d. Rp. 300.000,00
b. Rp. 200.000,00 e. Rp. 340.000,00
c. Rp. 260.000,00
16. Diketahui persamaan matrik :
3 , nilai x dan y adalah
a. 3, -2 b. -2, 3 c. -3, 2 d. 2, 3 e. -2, -3
17. Diketahui matrik A = , B = , dan C = . Apabila B – A = CT, dengan CT transpose matrik C, maka nilai xy = ....
a. 10 b. 15 c. 20 d. 25 e. 30
18. Dketahui vektor U = 2i – 4 j – 6 k dan V = 2i – 2j + 4k. Proyeksi orthogonal U pada V adalah
a. -4i + 8j + 12k d. –i + 2j + 3k
b. -4i +4j +8k e. –i + j – 2k
c. -2i + 2j – 4k
19. Diketahui vektor a = (1, x, 2), b = (2, 1, -1), dan panjang proyeksi a pada b adalah sudut antara a dan b adalah , nilai cos = .....
a. b. c. d. e.
20. Bayangan titik A(x, y) karena refleksi terhadap garis x = -2, dilanjutkan refleksi terhadap garis y = 3 dan kemudian dilanjutkan rotasi pusat O bersudut radian adalah (-4, 6). Koordinat titik A adalah ....
a. (2, -10) b. (2, 10) c.(10, 2) d. (-10, 2 ) e. (10, -2)
21. Persamaan peta suatu kurva oleh rotasi pusat O bersudut , dilanjutkan dilatasu [0, 2] adalah x = 2 + y – y2. Persamaan kurva semula adalah ...
a. y = x2 – x + 4 d. y = -2x2 + x + 1
b. y = x2 – x – 4 e. y = 2x2 – x – 1
c. y = x2 + x + 4
22. Suatu deret aritmatika terdiri atas 14 suku. Jika jumlah suku suku ganjil 140, dan jumlah suku genap 161, beda deret itu
a. 6 b. 5 c. 4 d. 3 e. -3
23. Seorang ayah membagikan uang sebesar Rp. 100.000 kepada 4 orang anaknya. Makin muda usia anaknya , makin kecil uang yang diterima. Jika selisih yang diterima setiap dua anak yang usianya berdekatan adalah Rp. 5.000 dan si sulung menerima uang paling banyak, maka jumlah yang diterima oleh si bungsu adalah ......
a. Rp. 15.000, 00 d. Rp. 22.500,00
b. Rp. 17.500,00 e. Rp. 22.000,00
c. Rp. 20.000,00
24. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 10 m dan memantul kembali dengan ketinggian 3/4 kali dari sebelumnya, begitu seterusnya hingga bola berhenti. Jumlah seluruh lintasan bola adalah ......
a. 65 m b. 70 m c. 75 m d. 77 m e. 80 m
25. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah.
26. Pada kubus ABCD.EFGH, adalah sudut antara bidang ACF dan ABCD. Nilai sin = ......
a. b. c. d. e.
27. Sebuah kapal berlayar dari perlabuhan A dengan arah 044o sejauh 55 km. Kemudian berlayar lagi dengan arah 104o sejauh 40 km ke pelabuhan C. Jarak pelabuhan A ke C adalah
a. 10 b. 10 c. 10 d. 10 e. 10
28. Nilai dari tan 165o = .....
a. 1 - b. -1 + c. -2+ d. 2 - e. 2 +
29. Nilai dari cos 40o + cos 80o + cos 160o = .....
a. b. c. 0 d. e.
30. Himpunan penyelesaian cos 2x + sin x – 1 = 0 untuk 0o x 360o adalah
a. {0, 30, 150} d. {0, 30, 150, 270, 360}
b. {0, 180, 360} e. {0, 60, 150, 180, 360}
c. {0, 30, 150, 180, 360}
31. Nilai
a. -7/12 b. -1/4 c. -1/12 d. -1/24 e. 0
32. Turunan pertama f(x) = adalah
a. d.
b. e.
c.
33. Turunan pertama dari f(x) = sin4(3x2 -2) adalah
a. 2 sin2(3x2 – 2) sin (6x2 – 4)
b. 12x sin2(3x2 – 2) sin (6x2 – 4)
c. 12x sin2(3x2 – 2) cos (6x2 – 4)
d. 24x sin3(3x2 – 2)cos2(3x2 – 2)
e. 24x sin2(3x2 – 2) cos(3x2 – 2)
34. Kawat sepanjang 120m akan dibuat kerangka seperti pada gambar. Agar luasnya maksimum maka panjang kerangka (p)
a. 16m b. 18m c. 20m d. 22m e. 24m
35. Hasil dari = ......
a. 1/3 b. 1/2 c. π/3 d. π/2 e. π
36. Hasil = ......
a.
b.
c.
d.
e.
37. Luas daerah yang diarsir pada gambar adalah … satuan luas
38. Volume benda putar yang terjadi bila daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 – 1 dan sumbu X dari x = 1, x = -1 diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360o adalah ….
a. 4Ï€/15 b. 8Ï€/15 c. 16Ï€/15 d. 24Ï€/15 e. 32Ï€/15
39. Diagram di bawah menyajikan data berat (dalam kg) dari 40 siswa, modusnya adalah
40. Kotak I berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning. Kotak II berisi 2 bola merah dan 6 bola kuning. Dari masing masing kotak diambil sebuah bola secara acak. Peluang terambilnya kedua bola berwarna sama adalah
a. 1/8 b. 5/16 c. 7/16 d. 9/16 e. 7/8
SIKAP DAN PERILAKU GURU YANG PROFESIONAL
SIKAP DAN PERILAKU GURU YANG PROFESIONAL
1 Votes
Artikel ini bersumber dari internet (Artikel Pendidikan Network – SIKAP DAN PERILAKU GURU YANG PROFESIONAL.htm), Yang di tulis oleh seorang Guru SDN Anjasmoro 02 Semarang, pada tanggal 3 Agustus 2007.
BAB I PENDAHULUAN, di uraikan tentang latar belakang masalah Guru sebagai sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah dan juga membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.
Pada bab ini juga di ulas tentang Minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).
Akan tetapi saat ini Ironisnya kekawatiran di dunia pendidikan kini menyeruak ketika menyaksikan tawuran antar pelajar yang bergejolak dimana-mana. Ada kegalauan muncul kala menjumpai realitas bahwa guru di sekolah lebih banyak menghukum daripada memberi reward siswanya. Ada kegundahan yang membuncah ketika sosok guru berbuat asusila terhadap siswanya.
Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Pergeseran ini telah menyebabkan dua pihak yang tadinya sama-sama membawa kepentingan dan salng membutuhkan, yakni guru dan siswa, menjadi tidak lagi saling membutuhkan. Akibatnya suasana belajar sangat memberatkan, membosankan, dan jauh dari suasana yang membahagiakan. Dari sinilah konflik demi konflik muncul sehingga pihak-pihak didalamnya mudah frustasi lantas mudah melampiaskan kegundahan dengan cara-cara yang tidak benar.
Pada bab pendahuluan ini penulis dengan baiknya mengungkapkan dasar berangkatnya pola berfikir untuk menuangkan tulisannya.
Pada Rumusan Masalah di fokuskan terhadap permasalahan ; Bagaimana sikap dan perilaku guru yang profesional itu? dan Mengapa sikap dan perilaku guru bisa menyimpang?
Manfaat dan Tujuan yang di inginkan dari penelitian ini adalah ;
Mendeskripsikan penyebab sikap dan perilaku guru bisa menyimpang dan mendeskripsikan sikap dan perilaku guru yang profesional.
BAB II PEMBAHASAN , pada bab ini di jelaskan tentang konsep Dasar Sikap dan Perilaku yang bersumber dari pendapat Thursthoen dalam Walgito (1990: 108) “sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek”. Juga kutipan dari pendapat Berkowitz, dalam Azwar (2000:5) “ sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu.
Kedua pendapat tersebut akan lebih baik lagi jika di dukung oleh teori kondisi Ivan Petrovich Pavlop seorang ahli psikolgi yang menulis buku Conditioned Reflexes (1927)
Selanjutnya juga dibahas tentang struktur sikap siswa terhadap konselor terdiri dari tiga komponen yang terdiri atas:
Komponen kognitif yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, dan keyakinan tentang objek. Komponen afektif yang merupakan perasaan atau emosi seseorang terhadap sikap. Dan Komponen konatif yang merupakan kecenderungan seseorang untuk bereaksi, bertindak terhadap objek sikap.
Pada bagian ini juga di kutip pendapat Katz (dalam Walgito, 1990:110) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai empat fungsi, yaitu:
Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian, atau fungsi manfaat yaitu fungsi yang berkaitan dengan sarana tujuan. Fungsi pertahanan ego merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya. . Fungsi ekspresi nilai yaitu Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada dalam dirinya. Dan Fungsi pengetahuan yangi mempunyai arti bahwa setiap individu mempunyai dorongan untuk ingin tahu.
Selanjutnya di uraikan pula tentang proses timbulnya atau terbentuknya sikap yang dapat dilihat pada bagan sikap berikut ini:
Faktor Internal
-Fisiologis
-Psikologis
ObjekSikap
Sikap
FaktorEksternal
-Pengalaman
-Situasi
-Norma-norma
-Hambatan
-Pendorong
Reaksi
Penjelasan yang di berikan oleh penulis bahwa pada Bagan Proses Timbulnya Sikap
yaitu sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor fisiologis dan psikologis serta faktor eksternal. Faktor eksternal dapat berwujud situasi yang dihadapi oleh individu, norma-norma yang ada dalam masyarakat, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam masyarakat. Semuanya ini akan berpengaruh terhadap sikap yang ada pada diri seseorang.
Sementara itu reaksi yang diberikan individu terhadap objek sikap dapat bersifat positif, tetapi juga dapat bersifat negatif. Sikap yang diambil pada diri individu dapat diikuti dalam bagan berikut ini:
• Keyakinan
• Proses Belajar
• Cakrawala
• Pengalaman
• Pengetahuan
• Objek Sikap
• Persepsi
• Faktor- Faktor lingkungan yang berpengaruh
• Kepribadian
• Kognisi
• Afeksi
• Konasi
• Sikap
Sedangkan untuk Bagan Persepsi dikutip dari Mar’at (1982:23) dengan perubahan. dijelaskan bahwa sikap akan dipersepsi oleh individu dan hasil persepsi akan dicerminkan dalam sikap yang diambil oleh individu yang bersangkutan. Dalam persepsi objek sikap individu akan dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses persepsi ini akan merupakan pendapat atau keyakinan individu mengenai objek sikap dan ini berkaitan dengan segi kognisi. Afeksi akan mengiringi hasil kognisi terhadap objek sikap sebagai aspek evaluatif, yang dapat bersifat positif atau negatif. Hasil evaluasi aspek afeksi akan mengait segi konasi, yaitu merupakan kesiapan untuk memberikan respon terhadap objek sikap, kesiapan untuk bertindak dan untuk berperilaku. Keadaan lingkungan akan memberikan pengaruh terhadap objek sikap maupun pada individu yang bersangkutan.
Mengukur sikap bukan suatu hal yang mudah sebab sikap adalah kecenderungan, pandangan pendapat, atau pendirian seseorang untuk meneliti suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya, dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek. Dalam penelitian sikap, tergantung pada kepekaan dan kecermatan pengukurannya. Perlu diperhatikan metode yang berhubungan dengan pengukuran sikap, bagaimana instrumen itu dapat dikembangkan dan digunakan untuk mengukur sikap. Azwar (2000:90) menjelaskan bahwa, metode yang bisa digunakan untuk pengungkapan sikap yaitu:
1. Observasi perilaku, Kalau seseorang menampakkan perilaku yang konsisten (terulang) misalnya tidak pernah mau diajak nonton film Indonesia, bukanlah dapat disimpulkan bahwa ia tidak menyukai film Indonesia. Orang lain yang selalu memakai baju warna putih, bukankah dia memperlihatkan sikapnya terhadap warna putih. Perilaku tertentu bahkan kadang-kadang sengaja ditampakkan untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya.
2. Pertanyaan langsung,Asumsi yang mendasari metode pertanyaan langsung guna pengungkapan sikap, pertama adalah asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri, dan kedua adalah asumsi keterusterangan bahwa manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya.
3. Pengungkapan langsung, Suatu metode pertanyaan langsung adalah pengungkapan langsung (direct assessment) secara tertulis yang dapat dilakukan dengan menggunakan item tunggal maupun dengan menggunakan item ganda. Prosedur pengungkapan langsung dengan item ganda sangat sederhana. Responden diminta untuk menjawab langsung suatu pernyataan sikap tertulis dengan memberi tanda setuju atau tidak setuju. Penyajian dan pemberian respondennya yang dilakukan secara tertulis memungkinkan individu untuk menyatakan sikap secara lebih jujur. Pengukuran sikap yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengungkapan langsung yaitu dengan menggunakan skala psikologis yang diberikan pada objek.
Selanjutnya di jelaskan tentang Sikap dan Perilaku Guru yang Profesional, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan. Kesalahan-kesalahan itu antara lain:
1. mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
2. menunggu peserta didik berperilaku negatif,
3. menggunakan destruktif discipline,
4. mengabaikan kebutuhan-kebutuhan khusus (perbedaan individu) peserta didik,
5. merasa diri paling pandai di kelasnya,
6. tidak adil (diskriminatif), serta
7. memaksakan hak peserta didik (Mulyasa, 2005:20).
Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut maka seorang guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dosen dan Guru, yakni:
1. kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik,
2. kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik,
3. kompetensi profesional adalah kamampuan penguasaan materi pelajaran luas mendalam,
4. kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon hanya akan timbul, apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang dikehendaki adanya reaksi individual. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbul didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik buruk, positif negati, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap(Azwar,2000:15).
Sedangkan perilaku merupakan bentuk tindakan nyata seseorang sebagai akibat dari adanya aksi respon dan reaksi. Menurut Mann dalam Azwar (2000) sikap merupakan predisposisi evaluatif yang banyak menentukan bagaimana individu bertindak, akan tetapi sikap dan tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini dikarenakan tindakan nyata tidak hanya ditentukan oleh sikap semata namun juga ditentukan faktor eksternal lainnya.
Selanjutnya penulis mengutip pendapat R.Tantiningsih dalam Wawasan 14 Mei 2005, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar beberapa sikap dan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan dapat hindari, diantaranya: Pertama, menyiapakan tenaga pendidik yang benar-benar profesional yang dapat menghormati siswa secara utuh. Kedua, guru merupakan key succes factor dalam keberhasilan budi pekerti. Dari guru siswa mendapatkan action exercise dari pembelajaran yang diberikan. Guru sebagai panutan hendaknya menjaga image dalam bersikap dan berperilaku. Ketiga, Budi pekerti dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah. Kempat, adanya kerjasama dan interaksi yang erat antara siswa, guru (sekolah), dan orang tua.
Terkait dengan hal di atas, Hasil temuan dari universitas Harvard bahwa 85 % dari sebab-sebab kesuksesan, pencapaian sasaran, promosi jabatan, dan lain-lain adalah karena sikap-sikap seseorang.
Namun sayangnya justru kemampuan yang bersifat teknis ini yang menjadi primadona dalam istisusi pendidikan yang dianggap modern sekarang ini. Bahkan kompetensi teknis ini dijadikan basis utama dari proses belajar mengajar. Jelas hal ini bukan solusi, bahkan akan membuat permasalahan semakin menjadi. Semakin menggelembung dan semakin sulit untuk diatasi.
Menurut Danni Ronnie M ada enam belas pilar agar guru dapat mengajar dengan hati. Keenam belas pilar tersebut menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Enam belas pilar pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain:
1. kasih sayang,
2. penghargaan,
3. pemberian ruang untuk mengembangkan diri,
4. kepercayaan,
5. kerjasama,
6. saling berbagi,
7. saling memotivasi,
8. saling mendengarkan,
9. saling berinteraksi secara positif,
10. saling menanamkan nilai-nilai moral,
11. saling mengingatkan dengan ketulusan hati,
12. saling menularkan antusiasme,
13. saling menggali potensi diri,
14. saling mengajari dengan kerendahan hati,
15. saling menginsiprasi,
16. saling menghormati perbedaan.
Pendapat ini sangat baik sekali bila dikaitkan dengan profesional seorang guru.
C. Faktor Penyebab Sikap dan Perilaku Guru Menyimpang
Menurut penulis bahwa Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilaksanakan walapun belum menunjukkan hasil yang optimal. Pendidikan tidak bisa lepas dari siswa atau peserta didik. Siswa merupakan subjek didik yang harus diakui keberadaannya. Berbagai karakter siswa dan potensi dalam dirinya tidak boleh diabaikan begitu saja. Tugas utama guru mendidik dan mengembangkan berbagai potensi.
Menurutnya Jika ada pendidik (guru) yang sikap dan perilakunya menyimpang karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, adanya malpraktik yaitu melakukan praktik yang salah, miskonsep. Guru salah dalam menerapkan hukuman pada siswa. Apapun alasannya tindakan kekerasan maupun pencabulan guru terhadap siswa merupakan pelanggaran.
Kedua, kurang siapnya guru maupun siswa secara fisik, mental, maupun emosional. Kesiapan fisik, mental, dan emosional guru maupun siswa sangat diperlukan. Jika kedua belah pihak siap secara fisik, mental, dan emosional, proses belajar mengajar akan lancar, interaksi siswa dan guru pun akan terjalin harmonis.
Ketiga, kurangnya penanaman budi pekerti di sekolah. Pelajaran budi pekerti sekarang ini sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada sifatnya hanya sebagai pelengkap, lantaran diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran yang ada. Namun realitas di lapangan pelajaran yang didapat siswa kabanyakan hanya dijejali berbagai materi. Sehingga nilai-nilai budi pekerti yang harus diajarkan justru dilupakan.
Selain dari ketiga faktor di atas, juga dipengaruhi oleh tipe-tipe kejiwaan seperti yang diungkapkan Plato dalam “Tipologo Plato”, bahwa fungsi jiwa ada tiga, yaitu: fikiran, kemauan, dan perasaan. Pikiran berkedudukan di kepala, kemauan berkedudukan dalam dada, dan perasaan berkedudukan dalam tubuh bagian bawah. Atas perbedaan tersebut Plato juga membedakan bahwa pikiran itu sumber kebijakasanaan, kemauan sumber keberanian, dan perasaan sumber kekuatan menahan hawa nafsu.
Jika pikiran, kemauan, perasaan tidak sinkron akan menimbulkan permasalahan. Perasaan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, akibatnya kemauan tidak terkendali dan pikiran tidak dapat berpikir bijak. Agar pendidikan di Indonesia berhasil, paling tidak pendidik memahami faktor-faktor tersebut. Kemudian mampu mengantisipasinya dengan baik. Sehingga kesalahan-kesalahan guru dalam sikap dan perilaku dapat dihindari.
Bagaimanapun juga kualitas pendidikan di Indonesia harus mampu bersaing di dunia internasional. Sikap dan perilaku profesional seorang pendidik akan mampu membawa dunia pendidikan lebih berkualitas. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
1 Votes
Artikel ini bersumber dari internet (Artikel Pendidikan Network – SIKAP DAN PERILAKU GURU YANG PROFESIONAL.htm), Yang di tulis oleh seorang Guru SDN Anjasmoro 02 Semarang, pada tanggal 3 Agustus 2007.
BAB I PENDAHULUAN, di uraikan tentang latar belakang masalah Guru sebagai sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah dan juga membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.
Pada bab ini juga di ulas tentang Minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).
Akan tetapi saat ini Ironisnya kekawatiran di dunia pendidikan kini menyeruak ketika menyaksikan tawuran antar pelajar yang bergejolak dimana-mana. Ada kegalauan muncul kala menjumpai realitas bahwa guru di sekolah lebih banyak menghukum daripada memberi reward siswanya. Ada kegundahan yang membuncah ketika sosok guru berbuat asusila terhadap siswanya.
Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Pergeseran ini telah menyebabkan dua pihak yang tadinya sama-sama membawa kepentingan dan salng membutuhkan, yakni guru dan siswa, menjadi tidak lagi saling membutuhkan. Akibatnya suasana belajar sangat memberatkan, membosankan, dan jauh dari suasana yang membahagiakan. Dari sinilah konflik demi konflik muncul sehingga pihak-pihak didalamnya mudah frustasi lantas mudah melampiaskan kegundahan dengan cara-cara yang tidak benar.
Pada bab pendahuluan ini penulis dengan baiknya mengungkapkan dasar berangkatnya pola berfikir untuk menuangkan tulisannya.
Pada Rumusan Masalah di fokuskan terhadap permasalahan ; Bagaimana sikap dan perilaku guru yang profesional itu? dan Mengapa sikap dan perilaku guru bisa menyimpang?
Manfaat dan Tujuan yang di inginkan dari penelitian ini adalah ;
Mendeskripsikan penyebab sikap dan perilaku guru bisa menyimpang dan mendeskripsikan sikap dan perilaku guru yang profesional.
BAB II PEMBAHASAN , pada bab ini di jelaskan tentang konsep Dasar Sikap dan Perilaku yang bersumber dari pendapat Thursthoen dalam Walgito (1990: 108) “sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek”. Juga kutipan dari pendapat Berkowitz, dalam Azwar (2000:5) “ sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu.
Kedua pendapat tersebut akan lebih baik lagi jika di dukung oleh teori kondisi Ivan Petrovich Pavlop seorang ahli psikolgi yang menulis buku Conditioned Reflexes (1927)
Selanjutnya juga dibahas tentang struktur sikap siswa terhadap konselor terdiri dari tiga komponen yang terdiri atas:
Komponen kognitif yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, dan keyakinan tentang objek. Komponen afektif yang merupakan perasaan atau emosi seseorang terhadap sikap. Dan Komponen konatif yang merupakan kecenderungan seseorang untuk bereaksi, bertindak terhadap objek sikap.
Pada bagian ini juga di kutip pendapat Katz (dalam Walgito, 1990:110) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai empat fungsi, yaitu:
Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian, atau fungsi manfaat yaitu fungsi yang berkaitan dengan sarana tujuan. Fungsi pertahanan ego merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya. . Fungsi ekspresi nilai yaitu Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada dalam dirinya. Dan Fungsi pengetahuan yangi mempunyai arti bahwa setiap individu mempunyai dorongan untuk ingin tahu.
Selanjutnya di uraikan pula tentang proses timbulnya atau terbentuknya sikap yang dapat dilihat pada bagan sikap berikut ini:
Faktor Internal
-Fisiologis
-Psikologis
ObjekSikap
Sikap
FaktorEksternal
-Pengalaman
-Situasi
-Norma-norma
-Hambatan
-Pendorong
Reaksi
Penjelasan yang di berikan oleh penulis bahwa pada Bagan Proses Timbulnya Sikap
yaitu sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor fisiologis dan psikologis serta faktor eksternal. Faktor eksternal dapat berwujud situasi yang dihadapi oleh individu, norma-norma yang ada dalam masyarakat, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam masyarakat. Semuanya ini akan berpengaruh terhadap sikap yang ada pada diri seseorang.
Sementara itu reaksi yang diberikan individu terhadap objek sikap dapat bersifat positif, tetapi juga dapat bersifat negatif. Sikap yang diambil pada diri individu dapat diikuti dalam bagan berikut ini:
• Keyakinan
• Proses Belajar
• Cakrawala
• Pengalaman
• Pengetahuan
• Objek Sikap
• Persepsi
• Faktor- Faktor lingkungan yang berpengaruh
• Kepribadian
• Kognisi
• Afeksi
• Konasi
• Sikap
Sedangkan untuk Bagan Persepsi dikutip dari Mar’at (1982:23) dengan perubahan. dijelaskan bahwa sikap akan dipersepsi oleh individu dan hasil persepsi akan dicerminkan dalam sikap yang diambil oleh individu yang bersangkutan. Dalam persepsi objek sikap individu akan dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses persepsi ini akan merupakan pendapat atau keyakinan individu mengenai objek sikap dan ini berkaitan dengan segi kognisi. Afeksi akan mengiringi hasil kognisi terhadap objek sikap sebagai aspek evaluatif, yang dapat bersifat positif atau negatif. Hasil evaluasi aspek afeksi akan mengait segi konasi, yaitu merupakan kesiapan untuk memberikan respon terhadap objek sikap, kesiapan untuk bertindak dan untuk berperilaku. Keadaan lingkungan akan memberikan pengaruh terhadap objek sikap maupun pada individu yang bersangkutan.
Mengukur sikap bukan suatu hal yang mudah sebab sikap adalah kecenderungan, pandangan pendapat, atau pendirian seseorang untuk meneliti suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya, dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek. Dalam penelitian sikap, tergantung pada kepekaan dan kecermatan pengukurannya. Perlu diperhatikan metode yang berhubungan dengan pengukuran sikap, bagaimana instrumen itu dapat dikembangkan dan digunakan untuk mengukur sikap. Azwar (2000:90) menjelaskan bahwa, metode yang bisa digunakan untuk pengungkapan sikap yaitu:
1. Observasi perilaku, Kalau seseorang menampakkan perilaku yang konsisten (terulang) misalnya tidak pernah mau diajak nonton film Indonesia, bukanlah dapat disimpulkan bahwa ia tidak menyukai film Indonesia. Orang lain yang selalu memakai baju warna putih, bukankah dia memperlihatkan sikapnya terhadap warna putih. Perilaku tertentu bahkan kadang-kadang sengaja ditampakkan untuk menyembunyikan sikap yang sebenarnya.
2. Pertanyaan langsung,Asumsi yang mendasari metode pertanyaan langsung guna pengungkapan sikap, pertama adalah asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri, dan kedua adalah asumsi keterusterangan bahwa manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya.
3. Pengungkapan langsung, Suatu metode pertanyaan langsung adalah pengungkapan langsung (direct assessment) secara tertulis yang dapat dilakukan dengan menggunakan item tunggal maupun dengan menggunakan item ganda. Prosedur pengungkapan langsung dengan item ganda sangat sederhana. Responden diminta untuk menjawab langsung suatu pernyataan sikap tertulis dengan memberi tanda setuju atau tidak setuju. Penyajian dan pemberian respondennya yang dilakukan secara tertulis memungkinkan individu untuk menyatakan sikap secara lebih jujur. Pengukuran sikap yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengungkapan langsung yaitu dengan menggunakan skala psikologis yang diberikan pada objek.
Selanjutnya di jelaskan tentang Sikap dan Perilaku Guru yang Profesional, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan. Kesalahan-kesalahan itu antara lain:
1. mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
2. menunggu peserta didik berperilaku negatif,
3. menggunakan destruktif discipline,
4. mengabaikan kebutuhan-kebutuhan khusus (perbedaan individu) peserta didik,
5. merasa diri paling pandai di kelasnya,
6. tidak adil (diskriminatif), serta
7. memaksakan hak peserta didik (Mulyasa, 2005:20).
Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut maka seorang guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dosen dan Guru, yakni:
1. kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik,
2. kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik,
3. kompetensi profesional adalah kamampuan penguasaan materi pelajaran luas mendalam,
4. kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon hanya akan timbul, apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang dikehendaki adanya reaksi individual. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbul didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik buruk, positif negati, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap(Azwar,2000:15).
Sedangkan perilaku merupakan bentuk tindakan nyata seseorang sebagai akibat dari adanya aksi respon dan reaksi. Menurut Mann dalam Azwar (2000) sikap merupakan predisposisi evaluatif yang banyak menentukan bagaimana individu bertindak, akan tetapi sikap dan tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini dikarenakan tindakan nyata tidak hanya ditentukan oleh sikap semata namun juga ditentukan faktor eksternal lainnya.
Selanjutnya penulis mengutip pendapat R.Tantiningsih dalam Wawasan 14 Mei 2005, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar beberapa sikap dan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan dapat hindari, diantaranya: Pertama, menyiapakan tenaga pendidik yang benar-benar profesional yang dapat menghormati siswa secara utuh. Kedua, guru merupakan key succes factor dalam keberhasilan budi pekerti. Dari guru siswa mendapatkan action exercise dari pembelajaran yang diberikan. Guru sebagai panutan hendaknya menjaga image dalam bersikap dan berperilaku. Ketiga, Budi pekerti dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah. Kempat, adanya kerjasama dan interaksi yang erat antara siswa, guru (sekolah), dan orang tua.
Terkait dengan hal di atas, Hasil temuan dari universitas Harvard bahwa 85 % dari sebab-sebab kesuksesan, pencapaian sasaran, promosi jabatan, dan lain-lain adalah karena sikap-sikap seseorang.
Namun sayangnya justru kemampuan yang bersifat teknis ini yang menjadi primadona dalam istisusi pendidikan yang dianggap modern sekarang ini. Bahkan kompetensi teknis ini dijadikan basis utama dari proses belajar mengajar. Jelas hal ini bukan solusi, bahkan akan membuat permasalahan semakin menjadi. Semakin menggelembung dan semakin sulit untuk diatasi.
Menurut Danni Ronnie M ada enam belas pilar agar guru dapat mengajar dengan hati. Keenam belas pilar tersebut menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Enam belas pilar pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain:
1. kasih sayang,
2. penghargaan,
3. pemberian ruang untuk mengembangkan diri,
4. kepercayaan,
5. kerjasama,
6. saling berbagi,
7. saling memotivasi,
8. saling mendengarkan,
9. saling berinteraksi secara positif,
10. saling menanamkan nilai-nilai moral,
11. saling mengingatkan dengan ketulusan hati,
12. saling menularkan antusiasme,
13. saling menggali potensi diri,
14. saling mengajari dengan kerendahan hati,
15. saling menginsiprasi,
16. saling menghormati perbedaan.
Pendapat ini sangat baik sekali bila dikaitkan dengan profesional seorang guru.
C. Faktor Penyebab Sikap dan Perilaku Guru Menyimpang
Menurut penulis bahwa Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilaksanakan walapun belum menunjukkan hasil yang optimal. Pendidikan tidak bisa lepas dari siswa atau peserta didik. Siswa merupakan subjek didik yang harus diakui keberadaannya. Berbagai karakter siswa dan potensi dalam dirinya tidak boleh diabaikan begitu saja. Tugas utama guru mendidik dan mengembangkan berbagai potensi.
Menurutnya Jika ada pendidik (guru) yang sikap dan perilakunya menyimpang karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, adanya malpraktik yaitu melakukan praktik yang salah, miskonsep. Guru salah dalam menerapkan hukuman pada siswa. Apapun alasannya tindakan kekerasan maupun pencabulan guru terhadap siswa merupakan pelanggaran.
Kedua, kurang siapnya guru maupun siswa secara fisik, mental, maupun emosional. Kesiapan fisik, mental, dan emosional guru maupun siswa sangat diperlukan. Jika kedua belah pihak siap secara fisik, mental, dan emosional, proses belajar mengajar akan lancar, interaksi siswa dan guru pun akan terjalin harmonis.
Ketiga, kurangnya penanaman budi pekerti di sekolah. Pelajaran budi pekerti sekarang ini sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada sifatnya hanya sebagai pelengkap, lantaran diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran yang ada. Namun realitas di lapangan pelajaran yang didapat siswa kabanyakan hanya dijejali berbagai materi. Sehingga nilai-nilai budi pekerti yang harus diajarkan justru dilupakan.
Selain dari ketiga faktor di atas, juga dipengaruhi oleh tipe-tipe kejiwaan seperti yang diungkapkan Plato dalam “Tipologo Plato”, bahwa fungsi jiwa ada tiga, yaitu: fikiran, kemauan, dan perasaan. Pikiran berkedudukan di kepala, kemauan berkedudukan dalam dada, dan perasaan berkedudukan dalam tubuh bagian bawah. Atas perbedaan tersebut Plato juga membedakan bahwa pikiran itu sumber kebijakasanaan, kemauan sumber keberanian, dan perasaan sumber kekuatan menahan hawa nafsu.
Jika pikiran, kemauan, perasaan tidak sinkron akan menimbulkan permasalahan. Perasaan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, akibatnya kemauan tidak terkendali dan pikiran tidak dapat berpikir bijak. Agar pendidikan di Indonesia berhasil, paling tidak pendidik memahami faktor-faktor tersebut. Kemudian mampu mengantisipasinya dengan baik. Sehingga kesalahan-kesalahan guru dalam sikap dan perilaku dapat dihindari.
Bagaimanapun juga kualitas pendidikan di Indonesia harus mampu bersaing di dunia internasional. Sikap dan perilaku profesional seorang pendidik akan mampu membawa dunia pendidikan lebih berkualitas. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
